
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Pidie Jaya
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Tito Karnavian meninjau langsung proses pemulihan serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat, 6 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Tito menegaskan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah mengerahkan berbagai sumber daya sejak bencana melanda pada akhir November 2025.
Saat itu, sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, listrik, hingga jaringan komunikasi sempat mengalami gangguan.
Setelah hampir tiga bulan masa pemulihan, Tito menyebut kondisi di sejumlah wilayah, termasuk Pidie Jaya, mulai berangsur normal.
“Nah, intinya bahwa selama lebih kurang hampir dua bulan, tiga bulan ini, sudah banyak perubahan yang terjadi. Jalan nasional sudah bisa lewat, listrik sudah input, internet (masuk), mungkin juga BBM. Saya ingat betul di Pidie Jaya, SPBU-nya, ngantri panjang, bahkan ada yang tutup. Sekarang saya lihat sudah normal,” kata Tito saat berada di Masjid Agung Tgk Chik Pante Geulima, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat, 6 Maret 2026.
Meski demikian, ia menegaskan masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu diselesaikan, terutama pembersihan lumpur akibat banjir, penanganan sedimen sungai, serta perbaikan jalan dan jembatan yang rusak.
Selain penanganan infrastruktur, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada kondisi para pengungsi. Satgas PRR menargetkan seluruh penyintas bencana tidak lagi tinggal di tenda sebelum Idulfitri.
“Nah khusus untuk pengungsi, kita menarget, pengungsi ini sebelum Idulfitri, tidak ada lagi yang di tenda. Kemarin kami rapat penuh, hasilnya semua harus di huntara, hunian sementara. Atau mereka diberikan Dana Tunggu Hunian,” ucap Tito.
Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak, mulai dari bantuan kebutuhan hidup harian, bantuan perabot rumah tangga, hingga bantuan ekonomi bagi warga yang memenuhi syarat.
Tito menambahkan Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan tahap awal dalam jumlah besar. Hal tersebut karena pemerintah daerah dinilai mampu menyiapkan data penerima bantuan secara cepat dan lengkap.
“Sebetulnya acaranya serempak di seluruh kabupaten [ada] 52, tiga provinsi, karena Pidie Jaya paling besar menerima (bantuan) yang tahap pertama. Kenapa paling besar? Karena Pak Bupatinya bisa memberikan data duluan paling lengkap, gara-gara itu. Terima kasih Pak Bupati,” tutur Tito.
Editor: Redaktur TVRINews
