
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Makkah, Arab Saudi
PPIH Siapkan 177 Hotel pada Lima Wilayah Strategis
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah merampungkan pemetaan akomodasi bagi jemaah haji Indonesia untuk musim operasional 1447 H/2026 M.
Sebanyak 177 hotel yang tersebar di lima wilayah utama Makkah disiapkan guna menyambut kedatangan jemaah dari berbagai embarkasi.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa distribusi penginapan tahun ini terkonsentrasi di wilayah Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziah.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, seluruh akomodasi tersebut dibagi ke dalam sepuluh sektor operasional.
"Sistem koordinasi di Makkah terbagi menjadi sepuluh sektor, di mana setiap sektor bertanggung jawab menaungi jemaah berdasarkan basis embarkasi masing-masing," ujar Ihsan saat memberikan keterangan resmi kepada Media Center Haji di Makkah.
Sistem Digitalisasi Penomoran
Guna memudahkan identifikasi dan mobilisasi jemaah, pihak otoritas menerapkan skema penomoran hotel yang sistematis menggunakan kode tiga angka.
Ihsan merinci bahwa angka pertama pada kode tersebut merepresentasikan nomor sektor, sementara angka berikutnya menunjukkan urutan bangunan dalam wilayah tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan jemaah maupun petugas lapangan dapat dengan cepat menemukan lokasi pemondokan di tengah padatnya kota Makkah selama puncak musim haji.
Kapasitas Besar di Wilayah Aziziah
Dalam pemetaan tersebut, setiap sektor juga akan memiliki satu hotel yang difungsikan sebagai kantor sekretariat sektor.
Sebagai contoh, pada Sektor 1 yang membawahi 32 hotel, Hotel Tayeb (nomor 121) telah ditetapkan sebagai pusat kendali administratif.
Menariknya, meskipun secara kuantitas jumlah bangunan berbeda di tiap wilayah, Sektor 10 yang berlokasi di Aziziah menjadi sorotan utama.
Wilayah ini hanya mengoperasikan satu bangunan, yakni Hotel Al Hidayah, namun memiliki daya tampung yang sangat masif.
"Sektor sepuluh hanya terdiri dari satu hotel, yaitu Hotel Al Hidayah. Meski tunggal, kapasitasnya mencapai lebih dari 21.500 jemaah," tutup Ihsan dalam paparan teknisnya.
Dengan penetapan skema akomodasi ini, pemerintah berharap proses penempatan jemaah dapat berjalan lebih teratur dan menjamin kenyamanan jemaah selama beribadah di Tanah Suci.
(Arya Dhanu)
Editor: Redaksi TVRINews
