Penulis: Alfin
TVRINews, Jakarta
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan penurunan stunting 7,6 persen satu setengah tahun kedepan di Indonesia. Hal tersebut dikatakan Inspektur Utama BKKBN selaku pembina apel, Ari Dwikora Tono, saat membacakan amanat dari kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dalam apel pelepasan rangkaian hari keluarga nasional ke-30, di Lapangan Parkir Halim 1, BKKBN Pusat Jakarta Timur, Senin, 3 Juli 2023.
"Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebagai Koordinator Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting telah dan akan terus berupaya untuk melakukan Kolaborasi untuk konvergensi lintas program dan sektor dengan menggandeng semua pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix." ucap Ari Dwikora Wardoyo saat membacakan amanat.
Ia juga melanjutkan, pihaknya akan terus mengupayakan penurunan Stunting di Indonesia yang juga sejalan dengan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
"Kita harus optimis bahwa kita dapat mencapai target penurunan stunting sebesar 7,6 persen selama 1,5 tahun ke depan." tegas Ari Dwikora.
Di Indonesia sendiri, provinsi Sumatera Selatan menjadi salah satu daerah di Indonesia telah menurunkan prevalensi angka stunting. Diketahui di provinsi Sumsel terdapat 16 Kabupaten/Kota yang mengalami penurunan prevalensi angka stunting.
Hanya satu daerah yang mengalami kenaikan prevalensi stunting dari 22% tahun 2021 menjadi 24,8% tahun 2022, yakni Kabupaten Banyuasin. Namun, Kabupaten Banyuasin pada Tahun 2021 pernah mendapatkan Juara 1 (satu) dalam penilaian kinerja pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Sumatera Selatan.
Selain menggelar apel pelepasan rangkaian Hari Keluarga Nasional ke-30, BKKBN juga memberikan bantuan sosial bagi masyarakat atau keluarga yang beresiko stunting maupun ibu hamil.
Rangkaian hari keluarga nasional ke-30 tahun 2023 juga digelar dengan pemasangan secara simbolis "ROMPI TEMU JAWARA 2023" dan Penyerahan pataka oleh Inspektur Utama BKKBN kepada peserta Temu Mupen. Dan sebelum menuju Mako Lanal Banten, Inspektur upacara melepas Tim Temu Jawara yang nantinya akan berada pada acara puncak di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
"Dengan kerja keras, melalui konvergensi yang optimal antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pihak swasta, perguruan tinggi beserta para akademisi, praktisi kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dan seluruh lapisan masyarakat, bukan hal yang mustahil untuk mencapai target sebesar 14 persen tersebut pada tahun 2024 yang akan datang. Saya percaya bahwa dengan kerja keras, kerja cerdas dan melalui konvergensi yang optimal antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pihak swasta, perguruan tinggi beserta para akademisi, praktisi kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dan seluruh lapisan masyarakat." ucap Pembina Upacara Ari Dwikora.
Baca juga: Hari Ini Bareskrim Panggil Panji Gumilang Terkait Polemik Pondok Pesantren Al-Zaytun
Editor: Redaktur TVRINews
