
Tangkapan Layar YouTube PWI Official
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Banten
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan pentingnya tiga langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan dan kualitas pers Indonesia di tengah derasnya disrupsi digital, banjir informasi, dan tekanan ekonomi industri media.
Hal itu disampaikan Munir dalam sambutannya pada Puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.
Menurut Munir, tantangan pers ke depan tidak hanya datang dari kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan dan media sosial, tetapi juga dari perubahan model bisnis media dan meningkatnya tuntutan publik terhadap kecepatan dan akurasi informasi.

"Pers menghadapi disrupsi digital, banjir informasi yang tidak terverifikasi, hingga tekanan ekonomi industri media. Karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis agar pers tetap sehat dan berdaya saing," kata Munir, Senin, 9 Februari 2026.
Perkuat Kompetensi Wartawan
Langkah pertama yang ditekankan PWI adalah penguatan kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui pendidikan serta sertifikasi yang berkelanjutan. Munir menilai, di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, kualitas wartawan menjadi benteng utama kepercayaan publik.
"Wartawan harus terus meningkatkan kapasitasnya agar mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab," tegasnya.
Transformasi Bisnis Media
Langkah kedua adalah konsolidasi dan transformasi bisnis media. Munir menyebut, perubahan lanskap digital menuntut perusahaan pers untuk beradaptasi tanpa mengorbankan independensi dan integritas jurnalistik.
"Media harus mampu bertahan dan tumbuh di era digital, namun tetap menjaga nilai-nilai profesionalisme dan kebebasan pers," ujarnya.
Kolaborasi Lawan Hoaks
Langkah ketiga adalah kolaborasi antara pemerintah, pers, dan masyarakat untuk membangun ekosistem informasi yang sehat, termasuk dalam memerangi hoaks dan disinformasi.
Munir menegaskan, upaya melawan informasi palsu tidak bisa dibebankan hanya kepada pers, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.
"Kolaborasi ini penting agar ruang publik kita tidak dipenuhi oleh kebohongan yang bisa merusak persatuan dan arah pembangunan bangsa," ucapnya.
Melalui tiga langkah tersebut, PWI berharap pers Indonesia tetap mampu menjalankan perannya sebagai pilar demokrasi sekaligus penopang pembangunan nasional, sejalan dengan tema Hari Pers Nasional 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.
Editor: Redaksi TVRINews
