TVRINews, Agam
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemerintah terus mempercepat pemulihan akses di ruas Koto Mambang–Balingka atau Jalur Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Dody mengatakan pemulihan jalur tersebut menjadi prioritas karena ruas jalan itu memiliki peran penting dalam mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi logistik di wilayah terdampak bencana.
“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Dody, Kamis, 13 Agustus 2026.
Penanganan dilakukan secara bertahap. Pemerintah terlebih dahulu memulihkan fungsi jalan agar dapat kembali dilalui masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan penguatan secara permanen untuk meningkatkan keamanan dan ketahanan infrastruktur.
Ruas yang ditangani berada di segmen KM 69+500 hingga KM 87+875. Sejumlah titik mengalami kerusakan akibat bencana, mulai dari longsor, badan jalan amblas, drainase tertutup material, hingga jembatan yang hilang dan menyebabkan akses warga terputus.
Salah satu titik yang mendapat penanganan berada di KM 74+875. Di lokasi tersebut, jembatan yang sebelumnya hilang dipulihkan dengan pemasangan jembatan untuk membuka kembali konektivitas masyarakat.
Penguatan juga dilakukan pada badan jalan, lereng, dan saluran air di sejumlah lokasi, termasuk KM 69+575, KM 75+950, dan KM 76+290.
Sementara itu, material bencana yang menutup saluran drainase di KM 74+610 dibersihkan agar aliran air kembali normal dan tidak mengganggu kondisi jalan.
Untuk lokasi longsor yang memiliki medan sulit, Kementerian PU menggunakan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk memetakan kondisi lapangan. Teknologi tersebut digunakan antara lain dalam penanganan ruas KM 78+050 hingga KM 82+700.
Dody menegaskan, pemulihan tidak hanya ditujukan untuk membuka kembali akses yang sempat terputus, tetapi juga memastikan infrastruktur memiliki tingkat keamanan dan keandalan yang lebih baik.
“Pemulihan konektivitas harus dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan dan ketahanan jalan. Kita tidak ingin akses hanya terbuka sementara, tetapi harus bisa digunakan masyarakat dengan lebih aman dan andal,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Jalur Malalak sangat penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk perjalanan sehari-hari, akses terhadap layanan dasar, pekerjaan, hingga kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Pekerjaan pemulihan dan penguatan ruas Koto Mambang–Balingka telah dimulai sejak Desember 2025. Penanganan ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Kementerian PU memastikan proses konstruksi terus dievaluasi agar pemulihan konektivitas pascabencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan sekaligus memperkuat kesiapan infrastruktur menghadapi potensi bencana di kemudian hari.










