
dok. Kemenhut
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bogor
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang digelar di Bumi Perkemahan Sukamantri, Bogor, Kamis, 26 Februari 2026 menjadi ajang refleksi sekaligus penegasan komitmen menjaga kelestarian salah satu benteng terakhir hutan hujan tropis pegunungan di Pulau Jawa.
Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa TNGHS memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai kawasan konservasi, tetapi juga sebagai penyangga kehidupan.
“Kawasan ini adalah rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna, penyangga tata air bagi jutaan masyarakat di Banten dan Jawa Barat, sekaligus laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian,”kata Rohmat dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
TNGHS menjadi habitat penting bagi satwa kunci seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan Macan Tutul Jawa. Keberadaan satwa-satwa tersebut dinilai sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan yang harus dijaga melalui penguatan perlindungan dan penegakan hukum.
Selain fungsi ekologis, kawasan ini juga menjadi ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat sekitar. Pemerintah terus mendorong pendekatan pengelolaan berbasis lanskap dan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis melalui program pemberdayaan ekonomi, pertanian ramah lingkungan, dan perhutanan sosial.
“Masyarakat bukan lagi objek, tetapi mitra strategis dalam menjaga kelestarian hutan,” tegas Rohmat.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, seperti perambahan, pertambangan emas tanpa izin, konflik tenurial, hingga dampak perubahan iklim. Menurutnya, langkah penanganan diarahkan pada penguatan perlindungan kawasan, kolaborasi multipihak, serta pemanfaatan sains dan teknologi dalam perumusan kebijakan.
Rohmat menekankan bahwa peringatan ulang tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat atas tanggung jawab bersama menjaga warisan ekologis bangsa.
“Mari kita jaga hutan, karena di dalamnya tersimpan masa depan. Keberlanjutan adalah tanggung jawab generasi kita hari ini demi generasi mendatang,” pungkasnya.
Kementerian Kehutanan berkomitmen memperkuat tata kelola kawasan yang transparan, adaptif, dan berbasis ilmu pengetahuan agar TNGHS tetap lestari serta memberi manfaat bagi generasi kini dan mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
