
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus mendorong penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Di mana, pada kesempatan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, telah melakukan pertemuan dengan Duta Besar Republik Siprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou, di kantor Kemdiktisaintek, pada Rabu, 1 April 2026.
Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut kedua pihak sepakat untuk menyusun Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung kerja sama antarpemerintah.
Di mana, kesepakatan tersebut diharapkan dapat mempermudah kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dan Republik Siprus tanpa harus melalui proses administratif yang berulang di tingkat institusi.
“Tujuannya, agar perguruan tinggi di Indonesia tidak perlu terlalu sibuk mengejar MoU, karena hal ini memakan waktu dan mengalihkan fokus dari kolaborasi berbasis substansi. Saya ingin kita memiliki MoU sehingga perguruan tinggi dapat menggunakannya sebagai dasar kerja sama,” jelas Stella
Dikesempatan berbeda, Siprus, Nikos Panayiotou menyampaikan bahwa sejumlah perguruan tinggi di negaranya membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, baik untuk jenjang sarjana maupun magister, serta pengembangan hingga tingkat doktoral.
Ia menilai mobilitas akademik memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan kedua negara.
“Mobilitas akademisi di tingkat lanjut memiliki peran penting dalam membangun jejaring, hubungan profesional, serta membuka peluang kolaborasi riset jangka panjang, termasuk yang dapat dilakukan secara jarak jauh di masa depan,” jelas Dubes Nikos.
Selain itu, peluang kolaborasi juga terbuka dalam bidang riset melalui program Uni Eropa, salah satunya Horizon Europe. Melalui kemitraan dengan institusi di Siprus, peneliti Indonesia berpeluang lebih luas untuk mengakses pendanaan internasional.
Dalam diskusi tersebut, kedua negara juga menyoroti sejumlah sektor prioritas kerja sama, di antaranya kemaritiman, ekonomi biru, dan pariwisata. Kesamaan karakteristik sebagai negara maritim dinilai menjadi kekuatan utama dalam pengembangan riset bersama.
“Siprus dan Indonesia memiliki banyak kesamaan khususnya dalam bidang kemaritiman sehingga memiliki potensi yang besar. Riset tentang maritim belum terlalu banyak. Ada salah satu bidang yang menarik yaitu soal carbon capture,” jelas Wamendiktisaintek.
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan bilateral di bidang pendidikan tinggi dan inovasi.
Sebagai tindak lanjut, pihak Siprus berencana mengirimkan delegasi sektor teknologi dan inovasi ke Indonesia pada akhir Juni 2026 guna memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan terkait.
Editor: Redaktur TVRINews
