
Foto: Ilustrasi anak sekolah (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui berbagai program beasiswa nasional. Dimana, pada tahun anggaran 2025, program bantuan pendidikan tersebut telah menjangkau jutaan penerima di seluruh Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
“Program beasiswa menjadi instrumen utama pemerintah untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses secara adil dan merata oleh seluruh anak bangsa, tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun geografis,” ujar Brian Yuliarto.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) masih menjadi tulang punggung dukungan pemerintah di sektor pendidikan tinggi.
“Hingga akhir 2025, KIP Kuliah telah menjangkau sebanyak 1.115.595 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta,” ungkapnya
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) yang menyasar mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok masyarakat kurang mampu.
Total penerima beasiswa ADik tercatat ada sebanyak 13.845 orang, termasuk penerima baru, lanjutan, beasiswa prestasi, hingga bantuan bagi mahasiswa terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa dari wilayah 3T dan kelompok rentan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas,” katanya.
Kemendiktisaintek juga mengelola berbagai skema beasiswa lain yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti Beasiswa Pendidikan Indonesia bagi calon guru, calon dosen, tenaga kependidikan, serta pelaku budaya.
Di samping itu, beasiswa untuk siswa asrama Nusantara serta Program Pendidikan Dokter dan Dosen Indonesia (PDDI) turut menjadi perhatian pemerintah. Pada tahun 2025, total penerima beasiswa pada skema tersebut mencapai 13.307 orang.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program beasiswa tidak terlepas dari dukungan dan pengawasan Komisi X DPR RI.
Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan legislatif berperan penting dalam memastikan program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Masukan dan pengawasan dari Komisi X DPR RI sangat membantu kami dalam memperbaiki tata kelola beasiswa agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews
