
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Boven Digoel
Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Reserse Kriminal Umum Polda Papua dan Reserse Kriminal Polres Boven Digoel melaksanakan olah tempat kejadian perkara terkait penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 dan mengakibatkan pilot Egon Irawan serta kopilot Baskoro meninggal dunia.
Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah saksi, pesawat Smart Air mendarat sekitar pukul 10.30 WIT di Bandara Koroway Batu. Setelah penumpang turun, pesawat bersiap melanjutkan penerbangan menuju Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Saat pilot menyalakan mesin, sekitar 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api. Dari jarak kurang lebih 200 meter, para pelaku melepaskan tembakan ke arah pesawat.
Situasi mendadak panik. Para penumpang berlari menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot juga berusaha menghindar dengan berlari menuju rumah warga di sekitar bandara.
Namun, keduanya dikejar, kemudian ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan sebelum akhirnya ditembak oleh para pelaku.
Dalam olah TKP dan rekonstruksi, tim melakukan penomoran pada 23 titik penting, meliputi posisi awal arah tembakan, letak pesawat, 13 titik perkenaan tembakan di badan pesawat, pecahan kaca jendela, pengambilan dua selongsong peluru dan satu butir amunisi di landasan, titik penangkapan dan eksekusi korban, serta lokasi evakuasi jenazah di Terminal Bandara Koroway Batu.
Dari hasil pemeriksaan fisik, ditemukan 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Para saksi mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga mereka bukan warga setempat.
Saksi-saksi tersebut direncanakan akan dibawa ke Polres Boven Digoel di Tanah Merah untuk pemeriksaan lanjutan.
Sebanyak 33 orang pengungsi saat ini berada di Kepi, Kabupaten Mappi, dan enam orang lainnya berada di Distrik Senggo, Kabupaten Mappi. Akses menuju lokasi kejadian hanya dapat ditempuh melalui jalur udara atau jalur sungai menggunakan perahu kecil.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Faizal Ramadhani menyatakan olah TKP dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut.
“Olah TKP ini kami lakukan untuk memastikan setiap bukti, jejak, dan fakta di lapangan dapat terdokumentasi serta terverifikasi secara profesional. Hal ini penting untuk memperjelas konstruksi perkara dan mendukung proses penyelidikan maupun penyidikan secara komprehensif,” ujar Faizal tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 13 Februari 2026.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Adarma Sinaga menambahkan sejumlah barang bukti telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga sipil maupun sarana transportasi.
Upaya penegakan hukum akan dilakukan secara terukur, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Editor: Redaktur TVRINews
