
dok. Kemenag
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menjelaskan makna program Indonesia ASRI yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto. ASRI merupakan akronim dari Aman, Sehat, Rapi, Indah, dan Iklim Nyaman.
Menurut Wamenag, pilar pertama adalah Aman. Untuk mencapai keimanan yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, diperlukan lingkungan yang aman serta kondisi fisik yang sehat. Hal ini, kata dia, tengah diupayakan Presiden melalui berbagai kebijakan strategis.
“Sekarang Bapak Presiden mencanangkan program yang bernama ASRI. Indonesia yang Aman, makanya penegakan hukum harus pasti, koruptor ditangkap, dan illegal logging dihentikan agar kekayaan alam kembali untuk kemakmuran rakyat,” ujar Romo Muhammad Syafi’i dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menegaskan, kebijakan Presiden mengambil kembali aset negara yang dirampok untuk membiayai sektor pendidikan dan program makanan bergizi merupakan langkah yang halal secara agama. Hal tersebut, menurutnya, selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Terkait aspek Sehat, Romo Syafi’i mengaitkannya dengan esensi ibadah puasa Ramadan. Ia menekankan bahwa Ramadan bertujuan membentuk pribadi yang sehat lahir dan batin. Hal itu juga disimbolkan melalui kegiatan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian acara.
“Puasalah kamu agar kamu sehat. Jadi kalau ada yang nanya apa hubungannya fun walk dengan puasa, kita ingin menunjukkan salah satu target yang akan kita dapatkan dari Allah dengan berpuasa adalah kesehatan. Ini selaras dengan pilar sehat dalam Indonesia ASRI,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pilar Rapi dan Indah melalui rencana pemerintah melakukan “gentengisasi” atau pembagian mesin pencetak genteng gratis. Program tersebut bertujuan mengganti atap seng yang dinilai kurang sehat dengan atap genteng yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Wamenag turut mengapresiasi pengerahan unsur ASN, TNI, dan Polri dalam menjaga kebersihan pantai dan sungai di berbagai daerah. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan indah menjadi modal utama dalam pengembangan destinasi wisata, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat meneladani semangat persatuan yang ditunjukkan Presiden dalam merangkul berbagai elemen, termasuk lawan politik, demi kepentingan bangsa. Ramadan, kata dia, menjadi momentum tepat untuk mengikat kembali semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
“Semangat kebersamaan itu pada hakikatnya akan memperkuat persatuan. Persatuan ini adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan di bidang apa pun, baik dalam beragama maupun bernegara,”jelasnya.
Di akhir sambutannya, Wamenag mengingatkan bahwa kegembiraan menyambut Ramadan merupakan bagian dari ibadah yang mendatangkan rahmat dan ampunan. Ia mengajak masyarakat tetap bersemangat meski kegiatan berlangsung di tengah rintik hujan.
“Mari kita bergembira menyambut Ramadan hari ini. Kita doakan Bapak Presiden agar terus memimpin Indonesia menjadi lebih maju dan bermartabat. Semoga dengan semangat ASRI dan keberkahan Ramadan, bangsa kita semakin kuat,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
