
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Surabaya
Di tengah dinamika perekonomian global yang diwarnai ketidakpastian serta volatilitas harga emas, Pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem emas nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan sektor eksternal dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
Industri perhiasan emas Indonesia dinilai memiliki peran strategis karena tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga menjadi sektor padat karya yang menyerap tenaga kerja signifikan. Industri ini unik karena mengombinasikan teknologi manufaktur modern dengan keterampilan tangan atau craftsmanship yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan kunjungan kerja ke PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) di Surabaya. Kunjungan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung kondisi industri perhiasan serta mendiskusikan arah penguatan kebijakan ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN, Ferry Irawan, meninjau langsung proses produksi perhiasan. Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah memastikan kesinambungan rantai pasok emas nasional dari hulu hingga hilir, termasuk integrasinya dengan kegiatan usaha bullion.
Direktur PT UBS sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI), Eddy Yahya, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan Pemerintah, termasuk implementasi Bea Keluar emas yang dinilai mendukung industri dalam negeri. Meski demikian, APPI memberikan masukan strategis terkait penyempurnaan kebijakan perpajakan dan penguatan struktur pasar emas domestik.
Deputi Ferry Irawan juga menyoroti dinamika geopolitik global yang memengaruhi kinerja perdagangan perhiasan. Direktur Eddy menjelaskan bahwa tekanan tersebut tercermin pada terhambatnya ekspor ke beberapa pasar utama, salah satunya Dubai.
Namun, pelaku industri tetap optimistis memandang prospek permintaan jangka menengah. Budaya menabung dan berinvestasi emas di Indonesia yang cukup kuat menjadi alasan optimisme pasar akan kembali membaik. Eddy juga menekankan pentingnya pengembangan kegiatan usaha bullion untuk efisiensi bahan baku.
“Kami berharap kegiatan usaha bullion dapat mendukung ketersediaan bahan baku emas yang lebih efisien dan kompetitif bagi industri,” ujar Direktur Eddy dalam keterangannya dikutip pada, Senin 6 April 2026.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pelaku industri guna mendorong kebijakan yang lebih komprehensif, mulai dari aspek perpajakan hingga penguatan rantai pasok.
“Pemerintah akan terus mengkonsolidasikan kesinambungan hulu hingga hilir, sehingga daya saing ekosistem emas secara keseluruhan dapat terus kita tingkatkan,” pungkas Deputi Ferry.
Melalui penguatan integrasi ini, industri perhiasan nasional diharapkan dapat tumbuh lebih kuat, berdaya saing global, dan berkelanjutan di masa depan.
Editor: Redaksi TVRINews
