
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M terus berjalan memasuki hari keempat dengan proses pemberangkatan yang semakin tertata.
Hingga 23 April 2026, sebanyak 40 kelompok terbang (kloter) dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter dilaporkan sudah tiba di Madinah.
Kedatangan jemaah ini menjadi bagian awal musim haji tahun ini yang diwarnai penerapan layanan Makkah Route, sistem terintegrasi yang dirancang untuk memangkas proses administrasi dan mempercepat pelayanan.
Sejak operasional dimulai pada 22 April 2026, jemaah diberangkatkan melalui sejumlah embarkasi yang telah menerapkan layanan tersebut, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Adi Soemarmo di Solo, Bandara Juanda di Surabaya, serta Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar. Seluruh penerbangan mendarat di Bandara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.
Melalui skema ini, proses keimigrasian dan administrasi haji telah diselesaikan sejak di Indonesia. Setibanya di Madinah, jemaah tidak perlu lagi mengantre pemeriksaan imigrasi dan langsung diarahkan menuju bus untuk menuju akomodasi masing-masing.
Layanan Makkah Route mencakup berbagai tahapan, mulai dari perekaman biometrik, penerbitan visa elektronik, pemeriksaan kesehatan, hingga proses keimigrasian di bandara keberangkatan.
Pengelolaan bagasi juga telah diatur sejak awal, sehingga koper jemaah langsung dikirim ke tempat menginap di Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyampaikan apresiasi atas implementasi layanan tersebut.
“Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujar Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan inovasi ini menjadi bagian dari transformasi ekosistem haji Indonesia.
“Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi. Dengan sistem terintegrasi ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi,” ucap Irfan.
Program Makkah Route merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga di Arab Saudi, yang dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
