
Suplai Air Bersih untuk Warga Lampung, Pembangunan SPAM Dikebut
Penulis: Rahmat Fatahillah Ilham
TVRINews, Bandar Lampung
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui jaringan air minum perpipaan, untuk meningkatkan akses air minum aman bagi masyarakat di Kota Bandar Lampung.
Penyelesaian SPAM ini akan melayani air minum bagi 60.000 Sambungan Rumah (SR) atau setara 300.000 jiwa di Kota Bandar Lampung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan SPAM akan meningkat menjadi 60 persen, dari sebelumnya hanya 30 persen.
“Dengan adanya SPAM Bandar Lampung, air yang berasal dari Bendungan Way Sekampung dapat dialirkan dan dijernihkan sebagai air minum bagi masyarakat Bandar Lampung. Semoga SPAM ini bisa cepat selesai sesuai target atau bahkan bisa lebih cepat lagi,” kata Menteri Basuki dalam keterangannya, Kamis (04/11).
Selanjutnya, layanan ini dapat menyuplai air bersih ke PDAM Way Rilau sebesar 750 liter per detik yang selanjutnya didistribusikan ke 8 Kecamatan di Kota Bandar Lampung. Delapan Kecamatan tersebut yakni, Rajabasa, Way Halim, Tanjung Senang, Sukabumi, Labuhan Ratu, Kedaton, Sukarame, dan Kecamatan Kedamaian.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung, Ditjen Cipta Karya, Maria Doeni Isa menambahkan progres pembangunan fisik SPAM Bandar Lampung hingga 30 Oktober 2021 sudah mencapai 48,14 persen dengan target Juni 2022 commisioning test, sehingga Juli atau Agustus 2022 sudah selesai 100 persen.
"Untuk mempercepat penyelesaian kami melakukan langkah-langkah, salah satunya menggunakan metode Horizontal Drilling Direction (HDD) dalam proses pemasangan pipa. Kita bor menggunakan alat khusus dari 2 unit ditambah menjadi 5 unit," tutur Maria Doeni.
Secara keseluruhan, pembangunan SPAM Bandar Lampung memiliki nilai investasi Rp1,3 triliun yang terdiri dari Rp485 miliar dari badan usaha, Rp258,8 miliar sebagai VGF, Rp300 miliar dari APBN Kementerian PUPR, Rp150 miliar dari APBD Kota Bandar Lampung, dan Rp131 miliar dari BUMD, yakni PDAM Way Rilau untuk sambungan rumah.
Editor: Desi Krida
