Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Bojonegoro
Jelang keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kabupaten Bojonegoro pada 4 dan 5 Juni mendatang, Pemkab Bojonegoro bersama TNI-Polri menyiapkan skema rekayasa jalur pemberangkatan, untuk menghindari kemacetan lalu lintas.
mengatakan, hal tersebut dilakukan guna menghindari kemacetan.
“Rekayasa jalur pemberangkatan haji juga dilakukan guna mengantisipasi kemacetan. Ada denah rute mobil pengantar CJH dengan petunjuk 2 warna yang membedakan rute CJH yang berasal dari Timur dan Barat. Nantinya akan diberikan tanda merah untuk CJH wilayah Timur, dan Kuning untuk CJH dari wilayah Selatan," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bojonegoro, Kompol Yusis dari keterangan tertulis yang diterima TVRINews, Bojonegoro, Rabu (1/6/2022).
Lanjut Yusis, nanti pada hari H Polres Bojonegoro menerjunkan 152 personel bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI) 36 personel, Satpol-PP 36 personel, dan Dinas Perhubungan (Dishub) 36 personel.
"Ada 260 personel, yang nantinya akan disebar ke 19 titik pengamanan sekitar alun-alun dan sepanjang jalur Bojonegoro-Surabaya Polres menggunakan 4 kendaraan pengawal, Dishub 1 kendaraan pengawalan, Satpol-PP 1 kendaraan pengawalan, Dinkes 1 kendaraan ambulan," ujar Yusis.
Sebelumnya, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub, Bambang Loemawan mengatakan rekayasa lalulintas yang dilakukan nanti akan fleksibel dan melihat kondisi di lapangan.
“Untuk yang dari utara melewati Jl. J.A.Suprapto - Jl. Trunojoyo - Jl. Imam Bonjol - Jl. KH. Hasyim Ashari - Jl. Pahlawan dan masuk Jl. P. Mastumapel, berhenti di pintu masuk Pendopo dan berputar parkir di Alun alun atau Bakorwil,” kata Bambang, Selasa (31/5/2022)
Lanjut Bambang, guna mengantisipasi pungli nantinya di tempat parkir, akan disediakan petugas parkir dari Dishub dan tidak akan ditarik biaya parkir sedikitpun.
Editor: Redaktur TVRINews
