
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Foto: Kemensos)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengapresiasi keterlibatan Polri dalam membantu penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya pada aspek penguatan kedisiplinan siswa.
Dalam keterangan yang diterima, Kamis, 12 Februari 2026, Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran yang bersama TNI turut mendukung pembinaan disiplin di lapangan.
“Enam bulan berjalan, penguatan kedisiplinan di Sekolah Rakyat menunjukkan hasil. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa dengan jadwal tertib, kini lebih nyaman dan mampu mengikuti proses pembelajaran,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pembentukan disiplin menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat guna membangun kemandirian dan karakter siswa.
Sekolah Rakyat, lanjutnya, ditujukan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini disebut Presiden sebagai The Invisible People yang perlu mendapatkan perhatian khusus agar memperoleh akses pendidikan layak.
“Jajaran Polri memiliki jaringan hingga tingkat bawah melalui Bhabinkamtibmas, sehingga sangat memahami kondisi masyarakat yang membutuhkan perhatian ini,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat hampir 4 juta anak usia sekolah yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah.
Menurut Gus Ipul, Sekolah Rakyat menjadi wujud konkret pelaksanaan mandat Pasal 34 UUD 1945 tentang pemeliharaan fakir miskin dan anak terlantar oleh negara.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi bagian dari program pengentasan kemiskinan terintegrasi.
“Anaknya sekolah sampai lulus, keluarganya diharapkan naik kelas menjadi lebih mandiri,” ucapnya.
Dari sisi pembelajaran, Sekolah Rakyat juga menerapkan tes pemetaan minat dan bakat berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk mengarahkan potensi siswa sesuai cita-citanya. Gus Ipul pun berharap Polri dapat berperan dalam penyerapan lulusan Sekolah Rakyat di masa depan.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan kesiapan Polri untuk berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga dalam menyukseskan program pemerintah pada 2026, termasuk Sekolah Rakyat.
“Ini menjadi perspektif bagi seluruh personel Polri untuk mendukung kebijakan Presiden bersama kementerian terkait agar dapat berjalan sesuai arahan,” kata Listyo.
Editor: Redaksi TVRINews
