
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. Kerja sama ini bertujuan memperkuat edukasi keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di satuan pendidikan.
Mu’ti mengatakan, keterampilan Search and Rescue (SAR) berpeluang dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Kita bisa bekerja sama menjadikan SAR sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan pentingnya edukasi keselamatan sejak dini, mengingat Indonesia memiliki risiko bencana tinggi.
“Pelatihan bisa dimulai bahkan dari level PAUD agar anak-anak memahami bahwa keselamatan itu mendasar,” ujar Syafii.
Kemendikdasmen juga akan menyelaraskan program ini dengan Pramuka dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) guna membangun generasi yang tangguh dan siap menghadapi situasi darurat.
Editor: Redaktur TVRINews
