
Penulis: Alfin
TVRINews, Surabaya
Akses investasi logam mulia yang aman, transparan, dan bernilai tinggi kini semakin terbuka di Surabaya, Jawa Timur. Surabaya menjadi daerah yang dipilih karena berperan sebagai pusat ekonomi terbesar di Jawa Timur sekaligus gerbang kawasan Indonesia Timur.
Pertumbuhan kelas menengah, meningkatnya literasi keuangan, serta aktivitas perdagangan dan industri dinilai mendorong minat investasi logam mulia. Berdasarkan kondisi tersebut, Nellava Bullion membuka cabang pertama di Jawa Timur yang berlokasi di Surabaya. Kehadiran cabang baru di kota ini memperluas jangkauan layanan emas dan perak batangan bagi masyarakat. Direktur Operasional Nellava Bullion, Laras Chantika, menyampaikan ekspansi ini menjadi bagian dari pengembangan jaringan nasional yang dirancang bertahap.
“Nellava Bullion hadir sebagai spesialis emas dan perak batangan dengan standar layanan premium. Fokus kami bukan hanya pada transaksi, tetapi juga membangun ekosistem investasi yang aman, transparan, serta berkelanjutan. Surabaya menjadi kota strategis untuk memulai ekspansi kami di wilayah Jawa Timur,” ujar Laras, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan harga emas dan perak mengikuti pasar internasional dengan margin terbuka. "Kami tidak menaikkan harga berdasarkan tren permintaan lokal. Semua mengacu pada standar pasar global agar investor mendapatkan harga yang wajar dan transparan,” papar Laras.
Selain emas batangan, tersedia pula perak batangan dengan berbagai pilihan denominasi, mulai 25 gram hingga 1.000 gram. Pilihan ini ditujukan bagi investor pemula maupun investor dengan nilai transaksi lebih besar.
Untuk menjaga keamanan transaksi dan keaslian produk, diperkenalkan konsep Secured Futures, teknologi perlindungan NFC, sistem verifikasi QR code, serta segel keamanan hologram.
"Fitur-fitur tersebut dirancang untuk meningkatkan rasa aman, memperkuat kepercayaan, serta memberikan kemudahan verifikasi bagi para investor dalam setiap transaksi," lanjut Laras.
Ke depan, ekspansi direncanakan berlanjut ke empat kota besar lain di Indonesia pada 2026. Kebijakan pembelian kembali 100 persen berbasis harga internasional dengan biaya transaksi minimal tetap dipertahankan guna memberi kepastian nilai bagi investor.
Editor: Redaktur TVRINews
