Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersiap membangun 2.200 unit rumah susun (rusun) berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. Proyek ini merupakan langkah konkret KAI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan bahwa ribuan hunian tersebut akan terintegrasi langsung dengan pusat transportasi publik.
"Untuk Stasiun Manggarai ini, kita nanti akan membangun 8 tower, masing-masing tower-nya itu adalah 12 lantai. Total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit," ujar Bobby, dikutip Selasa, 17 Maret 2026
Bobby menjelaskan, pembangunan rusun berbasis TOD ini difokuskan untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Konsep hunian terintegrasi ini tentunya memberikan kesempatan bagi masyarakat memiliki hunian yang layak dan terjangkau untuk tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas di kota," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa integrasi antara hunian dan moda perkeretaapian ini akan memberikan dampak ekonomi yang positif dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Kedekatan dengan transportasi publik membantu masyarakat menghemat waktu perjalanan dan biaya mobilitas sehari-hari," tegas Bobby.
*Ekspansi ke Tiga Kota Besar Lainnya*
Selain di ibu kota, KAI juga akan mengembangkan kawasan hunian terintegrasi TOD di tiga kota besar lainnya, yakni Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Secara keseluruhan, KAI menargetkan pembangunan 5.484 unit rusun yang terhubung langsung dengan fasilitas kereta api di empat kota tersebut.
Adapun rincian alokasi pembangunannya meliputi 2.200 unit di Stasiun Manggarai (Jakarta), 753 unit di Stasiun Kiaracondong (Bandung), 1.042 unit di kawasan dekat RSUP Dr. Kariadi (Semarang), dan 1.489 unit di Stasiun Gubeng (Surabaya).
Editor: Redaktur TVRINews
