
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak perlu menimbulkan kekhawatiran berlebihan bagi perekonomian Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Luhut saat menyampaikan laporan dalam sidang kabinet paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Luhut, pemerintah terus memantau perkembangan konflik tersebut beserta dampaknya terhadap ekonomi global, termasuk terhadap harga energi dunia. Meski situasi masih fluktuatif, pemerintah menilai kondisi perekonomian nasional masih dalam posisi relatif aman.

"Kita tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan dengan keadaan di sana," ujar Luhut, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menjelaskan, beberapa komoditas yang menjadi andalan Indonesia justru menunjukkan tren positif di tengah dinamika global tersebut. Salah satunya adalah minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) yang mengalami kenaikan harga.
"Kita punya keuntungan harga CPO dan semua juga naik," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk memantau perkembangan harga minyak dunia yang berpotensi terdampak oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kemudian Luhut menambahkan, pemerintah juga tetap menjaga kebijakan fiskal secara hati-hati dengan memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap prudent di tengah dinamika global yang berkembang.
Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi internasional sembari menyiapkan berbagai skenario kebijakan apabila diperlukan.
Editor: Redaksi TVRINews
