
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menerima kunjungan Wali Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan Erna Lisa Halaby di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. (Foto: Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon bersama Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby membahas penguatan kebijakan kebudayaan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Menbud Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung inisiatif daerah yang berorientasi pada pemajuan kebudayaan.
Ia menyoroti pentingnya pengembangan museum dan kawasan budaya sebagai ruang hidup bagi masyarakat, termasuk konsep living museum atau museum terbuka.
“Kami tentu mendukung gagasan pendirian open living museum. Museum tidak harus selalu dibatasi tembok, tetapi bisa juga berbentuk ruang terbuka yang menyampaikan narasi kebudayaan secara utuh dan menarik,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis yang diterima TVRINews.com, Sabtu, 7 Februari 2026.
Menbud juga menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya berbentuk benda, tetapi mencakup kearifan lokal dan teknologi tradisional yang hidup di tengah masyarakat.
"Revitalisasi cagar budaya dan konsep pameran museum harus dikolaborasikan dengan instansi terkait agar selaras dengan tugas dan fungsi pemajuan kebudayaan," tuturnya
Maka itu, Menbud Fadli Zon menekankan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan tujuan melestarikan cagar budaya, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta menjadikan Banjarbaru sebagai kota dengan daya tarik budaya dan sejarah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru menyampaikan sejumlah agenda strategis pemerintah daerah, termasuk pelestarian cagar budaya, penguatan kampung budaya dan kampung kreatif, serta pemberdayaan pelaku seni budaya hingga tingkat kelurahan.
Ia menekankan pentingnya menjaga situs bersejarah, melestarikan warisan budaya takbenda, dan mengembangkan konsep living museum atau museum terbuka untuk meningkatkan daya tarik wisata budaya.
Erna juga menyoroti perlunya revitalisasi cagar budaya secara prioritas dan pengemasan event budaya yang terintegrasi agar budaya lokal dapat diregenerasikan dan menjadi ruang hidup bagi para budayawan.
Editor: Redaksi TVRINews
