Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menetapkan peta jalan ekonomi Rp100 triliun sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dan stabilitas hukum nasional.
Mengawali pekan pertama Januari 2026, Presiden Prabowo Subianto mempertegas arah kebijakan nasional melalui serangkaian langkah strategis yang mencakup penguatan investasi, kedaulatan pangan, hingga respons cepat terhadap bencana alam.
Dalam rangkaian agenda yang berlangsung selama sepekan terakhir tepatnya tanggal 4 hingga 10 Januari 2026, Kepala Negara menegaskan komitmennya terhadap hilirisasi industri, ketahanan pangan nasional, serta penegakan hukum yang lebih modern
Investasi Strategis dan Kemandirian Pangan
Rangkaian agenda dimulai pada Minggu 4 Januari 2026 di Hambalang, saat Presiden menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani.
Pertemuan tersebut mematangkan rencana groundbreaking lima proyek hilirisasi senilai Rp100 triliun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain ekonomi makro, pemerintah juga fokus pada keberlanjutan lingkungan melalui proyek waste to energy guna mengoptimalkan pengelolaan sampah menjadi nilai tambah ekonomi.
Fokus utama adalah realisasi lima proyek hilirisasi senilai Rp100 triliun yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Selain itu, pemerintah mulai mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui proyek waste to energy.
Capaian monumental terjadi pada Rabu 7 januari 2026, saat Presiden mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional lebih cepat dari target semula.
Sebuah capaian yang melampaui target awal empat tahun. Saat menghadiri Panen Raya di Karawang, Presiden menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti kekuatan domestik.
"Swasembada pangan adalah fondasi utama kemerdekaan dan kedaulatan bangsa," ujar Presiden Prabowo saat memberikan penghargaan kepada para petani yang menjadi pilar keberhasilan tersebut.

Foto: BPMI Setpres
Respon Cepat Pascabencana dan Infrastruktur
Menanggapi situasi darurat di Sumatra, Kepala Negara bergerak taktis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian, satgas ini diinstruksikan untuk memprioritaskan pembangunan hunian layak bagi pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga Kamis 8 Januari 2026 , koordinasi lintas sektoral telah berhasil memulihkan konektivitas jalan nasional dan mengoperasikan kembali rumah sakit umum daerah di wilayah terdampak.
Langkah ini memastikan pelayanan publik tidak terhenti meskipun dalam masa pemulihan pascabencana.

Foto: BPMI Setpres
Reformasi Hukum dan Harmoni Sosial
Di sisi legislasi, Indonesia memasuki era baru melalui pemberlakuan KUHP Nasional dan KUHAP baru per 2 Januari 2026. Reformasi ini dinilai sebagai upaya modernisasi sistem peradilan yang lebih berkeadilan dan relevan dengan nilai budaya bangsa.
Paralel dengan kebijakan hukum, Presiden juga menekankan pentingnya kerukunan dalam Puncak Peringatan Natal Nasional di Jakarta.
Ia menyampaikan bahwa nilai kasih dan pengorbanan adalah bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi lintas iman.
Apresiasi Prestasi Dunia
Menutup pekan yang produktif, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada kontingen SEA Games Ke-33.
Dengan raihan peringkat kedua melalui koleksi 333 medali, prestasi atlet dipandang sebagai simbol kebangkitan harga diri bangsa di kancah internasional.
Pemerintah berkomitmen memberikan bonus dan motivasi berkelanjutan guna menjaga momentum prestasi olahraga nasional.
Melalui Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden bersama Kabinet Merah Putih kini memfokuskan sisa tahun untuk mempertajam kebijakan penghapusan kemiskinan dan kelaparan, guna memastikan dampak langsung bagi masyarakat di seluruh lapisan.

Foto: BPMI Setpres
Editor: Redaktur TVRINews
