TVRINews, Jakarta
Pusat Penerangan (Puspen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar acara pertemuan santai bersama insan media di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Selasa, 9 Juni 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan informasi di masa depan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Brigjen TNI Muhamad Nas, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para jurnalis yang telah hadir memenuhi undangannya. Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan media sangat krusial dalam menjaga kedaulatan negara.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk kesempatan hadir memenuhi undangan saya dalam acara ngobrol santai dengan media. Tadi kita bahas poin-poin apa sih yang perlu kita samakan persepsi, poin-poin yang perlu kita perkirakan ke depan seperti apa. Artinya dengan kebersamaan antara media, antara TNI. Insya Allah mudah-mudahan ke depan kita bisa mendukung kedultan negara kita," ujar Brigjen TNI Muhamad Nas saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Selain membahas visi ke depan, Brigjen TNI Muhamad Nas juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi bangsa saat ini terkait maraknya penyebaran informasi palsu di tengah masyarakat. Kecepatan sirkulasi informasi digital dinilai berpotensi menggiring opini publik ke arah yang keliru jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Karena saat ini kondisinya sama-sama kita sadari bahwa banyak sekali berita-berita yang mungkin kita bilang hoax atau misinformasi yang begitu cepat meredar, cepat menyebar kemana-mana, langsung membuat pemikiran warga masyarakat kita tergiring kepada berita yang dibuat saat itu," lanjutnya.
Melalui agenda ngobrol santai ini, Mabes TNI berharap hubungan sinergis dengan media massa dapat menjadi benteng pertahanan informasi. Hubungan yang kuat antara Puspen TNI dan media diyakini mampu menekan dampak negatif dari sebaran hoaks demi menjaga kondusivitas nasional.
"Mudah-mudahan dengan kolaborasi kita antara TNI, Puspen TNI dengan media, ini sebuah yang bisa kita reduksi," pungkas Kapuspen TNI.










