Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut Indonesia dan Amerika Serikat memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama strategis di bidang investasi, khususnya sektor infrastruktur. Hal itu ia sampaikan dalam Indonesia–USA Investment Summit.
Menko AHY mengatakan forum investasi rutin ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun. Ia menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara kedua negara.
"Kita ingin terus membangun kerja sama yang baik antara Indonesia dengan Amerika sebagai salah satu mitra strategis di dunia,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, keseimbangan antara kemakmuran dan kelestarian harus menjadi perhatian bersama.
Baca Juga: Densus 88 Ungkap Modus Baru Perekrutan Anak ke Jaringan Terorisme Lewat Game Online
Menko AHY menjelaskan pemerintah saat ini memprioritaskan tiga pilar ketahanan nasional, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan akses air bersih. Selain itu, pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, perumahan layak, serta penguatan konektivitas antardaerah juga terus menjadi fokus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Ia menilai forum investasi seperti Indonesia–USA Investment Summit memberi ruang bagi pemerintah untuk memaparkan agenda pembangunan 5–10 tahun ke depan. Di sisi lain, forum ini membuka kesempatan bagi investor untuk memahami arah kebijakan pemerintah dan memperkuat kepercayaan dalam bekerja sama.
"Yang paling penting selain memahami satu sama lain adalah membangun trust dan confidence. Dengan begitu, investor tidak hanya bertahan di Indonesia, tetapi juga meningkatkan investasinya,” ujarnya.
Menko AHY menekankan bahwa kepercayaan menjadi faktor penting agar investor tidak hanya bertahan, tetapi juga menambah investasinya di Indonesia.
Terkait kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang diperkirakan mencapai Rp6.500 triliun hingga 2040, Menko AHY menyatakan bahwa pemerintah akan melanjutkan pembahasan dengan mitra Amerika Serikat untuk menentukan sektor-sektor prioritas. Ia menyebut pembahasan lebih teknis akan dilakukan melalui Infrastructure Project Facilitation Office.
Menko AHY menambahkan pemerintah memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan kementerian teknis, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, guna menindaklanjuti minat investasi dari berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, hingga pembangunan bandara, dermaga, dan fasilitas strategis lainnya, seluruhnya akan dibahas bersama pemangku kepentingan di bawah koordinasi Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Ia menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Amerika Serikat dalam investasi infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan nasional dan pemerataan pembangunan. Menko AHY menutup pernyataannya dengan menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap daerah memperoleh manfaat dari investasi yang masuk.
"Setelah forum ini, kami akan melanjutkannya melalui Infrastructure Project Facilitation Office. Di sana akan dibahas lebih spesifik mengenai proyek-proyek yang dapat dikerjasamakan,” tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
