
ilustrasi/pixabay
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), Judha Nugraha menyebut sebanyak tujuh jenazah korban kapal China, Lu Peng Yuan Yu 028, yang tenggelam di Samudera Hindia telah ditemukan.
“Kemlu telah mendapat konfirmasi dari Kedutaan Besar China di Jakarta bahwa tujuh jenazah sudah ditemukan. Tujuh jenazah tersebut belum dapat diidentifikasi,” kata Judha, Rabu, 24 Mei 2023.
Lebih lanjut, Kemlu telah berkoordinasi dengan Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri untuk pengambilan sampel DNA keluarga para awak kapal, guna mengantisipasi jika jenazah yang ditemukan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Baca Juga: Lepas Keberangkatan Jemaah Haji ke Arab Saudi, Menag Yaqut: Jangan Sungkan Hubungi Petugas
Kapal Lu Peng Yuan Yu 028 diawaki oleh 39 orang yang terdiri atas 17 warga China, 17 WNI, dan lima warga Filipina.
Berdasarkan informasi Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), kapal penangkap ikan berbendera China, Lu Peng Yuan Yu 028, itu telah ditemukan dalam keadaan terbalik.
Proses penemuan kapal menggunakan penjejakan pancaran sinyal emergency positional indicator radio beacon ketika tim AMSA melakukan operasi pencarian di sekitar Samudera Hindia, dengan mengerahkan pesawat dan kapal, termasuk meminta dukungan dari kapal niaga yang sedang berlayar di sekitar lokasi.
Merespons insiden ini, KBRI Beijing telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri China.
“Kemlu China menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan akan mengerahkan dua kapal pencari serta menjamin pemenuhan hak-hak para awak kapal,” tutur Judha.
Baca Juga: Menparekraf Dukung Penuh Pelaksanaan KTT Media ke-18 Tahun 2023 se-Asia di Bali
Editor: Redaktur TVRINews
