Penulis: Megy Lidya
TVRINews, Jakarta
Sebanyak 26 pemuda Papua membuka Pesta Rakyat HUT ke-80 Republik Indonesia di Sarinah, Jakarta Pusat, dengan membawakan Tari Perang Mambri dan Mambo Simbo. Tarian ini menghadirkan energi khas Papua yang langsung menyedot perhatian pengunjung sejak awal acara.
Tari Perang bukan sekadar pertunjukan budaya. Gerakan yang energik berpadu dengan irama ritmis menggambarkan semangat perjuangan sekaligus persaudaraan antarpejuang. Makna ini menjadikan Tari Perang sebagai lambang kekuatan dan persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Tari Perang ini bukan hanya tarian, tapi cerita tentang semangat juang kami. Kami ingin tunjukkan bahwa anak muda Papua juga bisa memberi energi untuk Indonesia,” ujar salah satu penari Tari Perang Papua kepada TVRINews, Minggu, 17 Agustus 2025.
Bagi mereka, tampil di jantung ibu kota pada momen penting seperti perayaan kemerdekaan merupakan pengalaman yang tak terlupakan.
“Bisa menari di Sarinah saat HUT ke-80 RI adalah kebanggaan besar. Rasanya seperti membawa tanah Papua hadir di ibu kota,” lanjutnya.
Lewat tarian tersebut, mereka juga menyampaikan pesan kepada generasi muda agar terus menjaga semangat, tidak mudah menyerah, serta bangga terhadap budaya sendiri.
Selain Tari Perang dari Papua, panggung budaya di Sarinah akan menampilkan berbagai pertunjukan lain, termasuk wayang kulit Mangkunegaran, Tari Kecak dari Bali, dan Tarian Anak Nusantara. Seluruh rangkaian ini menjadi wujud kekayaan budaya Indonesia yang dirayakan dalam semangat kemerdekaan.
Baca juga: Prabowo Kenakan Tanjak Biru, Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Istana
Editor: Redaksi TVRINews
