
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Bogor, Jawa Barat
Presiden RI Mengulas Strategi Istirahat dan Kebiasaan Memantau Isu Global
Di tengah percepatan dinamika geopolitik, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan sisi personalnya dalam mengelola informasi dan waktu istirahat.
Pemimpin Indonesia tersebut mengakui dirinya sebagai seorang pemantau berita yang intens atau news junkie, yang tetap terjaga hingga dini hari demi mengikuti perkembangan situasi dunia.
Dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" yang disiarkan pada Kamis 19 Maret 2026, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa teknologi digital, khususnya platform video global, telah mengubah caranya mengonsumsi informasi.
Perbedaan zona waktu antara Jakarta dengan pusat kekuatan dunia seperti Washington DC justru dimanfaatkannya untuk mendapatkan data terkini secara real-time.

“Kadang-kadang saya tidur jam satu malam, tapi jam tiga sudah bangun lagi. Saya harus mengikuti apa yang terjadi di dunia melalui YouTube agar tetap aktual,” ujar Presiden Prabowo.
Respons Cepat Terhadap Isu Global
Kedisplinan dalam memantau arus berita ini bukan tanpa alasan. Bagi Prabowo, memahami posisi pemimpin dunia lain secara cepat adalah kunci bagi Indonesia untuk memberikan respons kebijakan yang tepat.

Ia mencontohkan bagaimana dirinya mampu menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, hanya dalam hitungan jam setelah pidato tersebut disampaikan di Washington.
Efektivitas ini didukung oleh kemampuan adaptasi fisik yang ia asah selama berkarier di militer. Di sela jadwal kenegaraan yang padat, Prabowo menerapkan pola istirahat singkat namun berkualitas, atau yang sering dikenal dengan istilah power nap.
Metode Pemulihan Energi
Menjawab pertanyaan analis politik Rizal Mallarangeng mengenai keseimbangan hidup di tengah tekanan jabatan, Prabowo menekankan pentingnya fleksibilitas.
Jika tokoh dunia seperti Winston Churchill melukis atau Ronald Reagan berkuda untuk melepas penat, Prabowo memilih pemulihan energi melalui tidur singkat di berbagai situasi.
“Bagi saya, waktu 15 hingga 20 menit sudah cukup untuk mengisi ulang energi (ngecharge). Idealnya adalah 30 menit,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan untuk tertidur di kendaraan, baik mobil maupun helikopter, sangat membantunya menjaga stamina di tengah mobilitas tinggi.
Editor: Redaksi TVRINews
