
Mentan Ketika mengecek perispan makanan siap saji untuk para korban bencana Sumatra Aceh (Foto: Dok. Kementan RI)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Amran: Percepatan Penyaluran Bantuan Darurat Pangan Adalah Keharusan
Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan pangan ke wilayah yang dilanda bencana harus menjadi prioritas utama.
Penegasan ini disampaikan menyusul serangkaian bencana alam, seperti banjir bandang dan longsor, yang melanda sejumlah daerah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam situasi darurat, Amran menekankan perlunya pengambilan keputusan cepat yang tidak terhambat oleh proses administrasi. Hal ini mencakup persetujuan segera untuk menerbitkan surat permintaan bahan kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng.
Respon Kilat Atas Permintaan Aceh
Amran menceritakan respons cepatnya setelah menerima permintaan mendesak dari Wakil Gubernur Aceh. "Kemarin ada saudara kita Pak Wagub Aceh telepon saya. Wagub Aceh telepon, bahwasanya butuh minyak goreng dan beras pada hari itu juga," kata Amran dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta, pada Jumat 5 Desember 2025.
Menanggapi laporan tersebut, Amran segera melakukan koordinasi dengan Perum Bulog dan Bapanas untuk menginstruksikan penyaluran stok bantuan tanpa menunggu kelengkapan administrasi.
"Kami langsung telepon Bulog, ada Pak Dirut Bulog, (dan jajaran) Bapanas, keluarkan. Ada 2.000 kilogram, itu minyak goreng. Kami minta langsung keluarkan dulu. Itu nggak bisa ditunda. Nanti suratnya menyusul kami tanda tangan," tegas Amran, menunjukkan komitmennya terhadap kecepatan respons kemanusiaan.
Langkah serupa diterapkan di Lhokseumawe ketika daerah tersebut membutuhkan tambahan 100 ton beras. Amran menginstruksikan agar beras segera dikeluarkan. "Saya bilang keluarkan dulu. Pak Wali yang penting tanggung jawab kirim suratnya ke saya. Subuh kirim, aku acc (setujui) subuh, selesai. Karena ini darurat," ujarnya.
Transparansi dan Dukungan Pengawasan
Amran menekankan bahwa mekanisme cepat ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada warga terdampak bencana yang mengalami kekurangan pangan. Ia menjamin bahwa percepatan tersebut tetap dilakukan dalam koridor yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Jadi nanti saya yakin BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) mengerti, bahwa ini darurat. Khusus untuk yang pakai uang negara," kata Amran, mengisyaratkan adanya pemahaman bersama di antara lembaga pengawasan terkait situasi kebencanaan.
Tidak hanya bantuan pemerintah, bantuan dari pihak non-pemerintah, termasuk sumbangan dari pegawai Kementerian Pertanian dan pengusaha, juga mendapatkan pengawalan ketat. "Ini kami juga yang kawal... karena bantuan, partisipasi saudara-saudara kita," tambahnya.
Distribusi Bertahap Melalui Udara dan Laut
Secara terpisah, Amran mengonfirmasi bahwa bantuan kemanusiaan senilai total Rp75 miliar terus disalurkan ke lokasi bencana di Sumatra. Bantuan ini diangkut menggunakan berbagai moda transportasi.
"Alhamdulillah, kemarin kami pantau bantuan melalui (pesawat) Hercules itu sudah tiba di Aceh, sudah diterima oleh BNPB," ungkap Amran. Setelah pengiriman udara, bantuan dilanjutkan menggunakan kapal laut, didukung oleh TNI Angkatan Laut.
Total bantuan yang telah dikirimkan senilai Rp34,8 miliar, terdiri dari 207 truk yang mengangkut kebutuhan pokok seperti mie instan, minyak goreng, susu, hingga genset. Bantuan ini merupakan inisiatif dari program "Kementan Peduli" dan partisipasi mitra strategis.
Amran menegaskan tanggung jawab penuh atas distribusi bantuan, memastikan ketepatan guna dan ketepatan sasaran. "Kami bertanggung jawab sampai di tujuan. Jangan sampai ada yang disalahgunakan. Kami kawal sampai naik kapal laut, sampai naik Hercules. Kami akan kawal," janjinya.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ini dijadwalkan secara bertahap dan tidak hanya berhenti pada satu kali pengiriman. "Ini mungkin satu kali lagi, tetapi tidak menutup kemungkinan ada lagi. Tadi pagi ada tambahan bantuan. Kita kirim lagi, terus-menerus," jelasnya.
Presiden Monitor Harian Kondisi Pangan
Perhatian Pemerintah Pusat terhadap situasi bencana juga dilaporkan sangat besar. Amran mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara harian memantau perkembangan penyaluran bantuan.
"Semua ini adalah perintah Bapak Presiden Republik Indonesia. Beliau monitor. Kemarin kami ditelpon dua kali. Beliau monitor harian. 'Apakah bantuan sudah sampai? bagaimana saudara kita di sana?'. Pangannya terutama," pungkas Amran, memastikan bahwa seluruh bantuan merupakan bagian dari instruksi langsung pimpinan negara untuk menjaga ketahanan pangan di daerah terdampak.
Editor: Redaksi TVRINews
