
dok. Kemenhaj
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Madinah
Di balik kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah, terdapat proses pengawasan bagasi yang dilakukan secara ketat guna memastikan kenyamanan mereka sejak awal tiba di Tanah Suci.
Di area drop baggage zone Bandara AMAA Madinah, para petugas haji menjalankan tugas pemantauan barang bawaan jemaah dengan teliti. Dalam setiap tiga shift penugasan, masing-masing diisi lima petugas yang berperan sebagai pemeriksa bagasi.
Mereka memantau seluruh barang bawaan jemaah, mulai dari koper besar atau bagasi tercatat, koper kabin, hingga alat bantu seperti kursi roda dan tongkat yang digunakan selama menjalankan ibadah haji.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa pengawasan bagasi menjadi bagian penting dari layanan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Seluruh barang bawaan harus dipantau dengan cermat, karena itu merupakan kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah,”ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Menurutnya, tugas pemeriksa bagasi bukan hal ringan. Para petugas dituntut memiliki ketelitian tinggi serta ketahanan fisik, mengingat lokasi kerja berada di area terbuka dengan kondisi cuaca ekstrem.
Pada siang hari, petugas harus menghadapi suhu panas yang tinggi, sementara pada malam hari mereka bekerja dalam udara dingin, disertai angin kencang dan debu. Meski demikian, proses pengawasan tetap dilakukan tanpa jeda.
Ia menambahkan, setiap ketidaksesuaian jumlah atau keterlambatan bagasi harus segera dilaporkan kepada pihak maskapai agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Pengawasan bagasi juga melibatkan koordinasi dengan pihak maskapai. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan seluruh barang bawaan jemaah dapat didistribusikan dengan baik hingga ke hotel masing-masing.
Di tengah padatnya aktivitas bandara, proses monitoring bagasi kerap luput dari perhatian. Padahal, peran ini sangat krusial dalam menjaga kenyamanan jemaah sejak awal kedatangan mereka.
Abdul Basir menegaskan, layanan kepada jemaah tidak hanya berhenti pada proses kedatangan di terminal, tetapi juga mencakup kepastian bahwa barang bawaan mereka aman dan sampai dengan baik.
“Yang kami pastikan bukan hanya jumlah bagasi, tetapi juga kelancaran prosesnya, agar jemaah merasa tenang saat tiba di hotel,”jelasnya.
Di balik kesibukan operasional bandara, para petugas tetap bekerja dengan sigap dan penuh dedikasi, memastikan jemaah dapat memulai ibadah dengan rasa aman dan nyaman.
Editor: Redaksi TVRINews
