Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Jakarta
Kemenko Infrastruktur perkuat komunikasi publik guna pastikan efektivitas proyek nasional.
Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan resmi memperkenalkan "InfraMe", sebuah platform komunikasi berbasis podcast yang dirancang untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi publik dalam pembangunan nasional.
Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk mengubah paradigma pembangunan nasional. Pemerintah kini tidak lagi hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, melainkan pada dampak nyata yang dirasakan oleh masyarakat luas.
"Kami ingin menggeser pendekatan dari sekadar membangun infrastruktur dalam jumlah besar, menjadi membangun yang lebih berkualitas dan berdampak signifikan," ujar Menko AHY dikutip Jumat 27 Februari 2026.
Baca Juga: Pergerakan Pemudik DIY Diperkirakan Tembus 8 Juta Saat Lebaran
Orientasi pada Hasil dan Konektivitas
Dalam ulasannya, AHY menekankan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk infrastruktur harus mampu menjawab persoalan mendasar, mulai dari penurunan biaya logistik melalui konektivitas jalan hingga penguatan ketahanan pangan lewat pembangunan sistem irigasi.
Ia menegaskan bahwa fungsi kementerian koordinator kini lebih dari sekadar pengawasan administratif, melainkan berperan sebagai "orkestrator" kebijakan.
Hal ini diperlukan untuk menghindari tumpang tindih program antara pemerintah pusat dan daerah yang sering kali menghambat efektivitas pembangunan.
"Tanpa sinergi dan orkestrasi yang matang, pembangunan berisiko berjalan secara parsial dan tidak optimal. Pendekatan perencanaan strategis menjadi krusial agar setiap proyek memberikan hasil maksimal," jelasnya.
Capaian Strategis dan Keberlanjutan
Sebagai bukti efektivitas koordinasi lintas sektor, Menko AHY menyoroti keberhasilan pengelolaan arus mudik Natal dan Tahun Baru yang mencatat penurunan angka kecelakaan sebesar 25 persen.
Selain itu, kebijakan penurunan harga tiket pesawat sebesar 14 persen juga disebut sebagai buah dari sinkronisasi antarlembaga.
Ke depan, Kemenko Infrastruktur berkomitmen untuk menyelaraskan pembangunan dengan agenda transisi energi dan keberlanjutan lingkungan. Fokus utama akan mencakup:
• Penguatan jaringan transportasi publik yang terintegrasi.
• Penyediaan akses air bersih yang merata.
• Pembangunan infrastruktur pengendali banjir untuk mitigasi perubahan iklim.
"Infrastruktur bukan sekadar beton dan baja; ini adalah tentang harapan dan masa depan. Tidak boleh ada wilayah atau kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses ini," pungkas AHY.
Podcast InfraMe, yang dipandu oleh Staf Khusus Menko, Merry Riana, direncanakan tayang secara berkala.
Platform ini diharapkan menjadi jembatan dialog antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan warga untuk mengawal pembangunan yang inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
