
Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Ghina Ghaliya (Foto: TVRINews)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Kementerian Kesehatan telah diikuti sekitar 70 juta warga hingga Desember 2025. Pemerintah menilai program ini berjalan lancar sekaligus efektif untuk memantau kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit tidak menular.
Capaian tersebut disampaikan Deputi II Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Ghina Ghaliya, saat meninjau pelaksanaan CKG di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, Selasa, 10 Februari 2026.
“Per Desember 2025, sudah 70 juta orang yang ikut CKG. Alhamdulillah, program ini berjalan lancar,” ujar Ghina.
Menurutnya, CKG dirancang sebagai upaya deteksi dini kondisi kesehatan warga secara masif dan berkala. Namun, ia mengakui kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan masih perlu ditingkatkan.
Karena itu, pemerintah akan memperluas strategi jemput bola agar warga dapat mengakses layanan tanpa harus datang ke Puskesmas.
“Kita akan jemput bola ke tempat kerja, sekolah, kantor pemerintahan, bahkan di mal juga sudah ada. Sayang sekali kalau program ini dilewatkan, minimal setahun sekali cek kesehatan,” katanya.
Ghina menjelaskan, warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan saat pemeriksaan akan langsung mendapatkan penanganan medis atau rujukan dari Puskesmas.
“Tadi ada pasien hipertensi, langsung diperiksa, diberikan tata laksana, bahkan dilakukan pemeriksaan EKG. Datang ke sini langsung ditangani,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada persyaratan rumit untuk mengikuti CKG. Warga cukup menunjukkan KTP atau mendaftar secara daring melalui aplikasi SatuSehat.
“Semuanya gratis, tinggal daftar, bisa pakai KTP atau lewat aplikasi SatuSehat,” tutur Ghina.
Dalam kunjungannya, Ghina juga mengapresiasi inovasi Puskesmas Kembangan yang memisahkan unit layanan CKG dengan layanan pengobatan umum sehingga mengurangi kepadatan pasien.
“Puskesmasnya bagus, unit CKG dipisah supaya tidak padat. Inisiatif seperti ini sangat baik,” ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
