
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah membuka sekitar 1,5 juta lapangan pekerjaan di berbagai daerah. Hal tersebut, diungkapkan saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026 hari ini.
“Setelah satu tahun berjalan, para kepala daerah melaporkan dampak nyata kebijakan kita: konsumsi rumah tangga meningkat, pengangguran terbuka menurun, kemiskinan menurun, dan rasio gini menunjukkan tren perbaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturka jika saat ini program MBG sudah menjangkau sekitar 60,2 juta penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Sepanjang pelaksanaan, sebanyak 4,5 miliar porsi makanan telah diproduksi dan didistribusikan ke berbagai wilayah.

Meski terdapat kendala di lapangan, Presiden Prabowo menyebut tingkat keberhasilan distribusi sangat tinggi.
“Gangguan tercatat sekitar 28 ribu kasus dan sebagian besar bersifat ringan. Tingkat keberhasilan distribusi mencapai 99,9994 persen. Kita tetap menargetkan zero error dan terus melakukan perbaikan manajemen dan pengawasan,” tegasnya.
Saat ini, lebih dari 23 ribu dapur telah beroperasi dan jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 30 ribu dapur pada puncaknya. Total penerima manfaat pun diproyeksikan melampaui 82 juta orang.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa program ini memberi dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja dan pergerakan ekonomi desa.
“Program ini membuka lebih dari satu juta lapangan kerja dan akan meningkat menjadi sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Dari dapur-dapur inilah ekonomi desa bergerak: petani, peternak, dan nelayan memiliki pasar yang pasti dan terjamin,” ujarnya.
Oleh karena hal tersebut, Presiden Prabowo mengaku optimisme terhadap capaian ekonomi nasional.
“Dari semua ini kita akan buktikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita nyata dan berada di atas sasaran yang kita tetapkan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
