
dok. Kemenag
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Situbondo
Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai para santri sebagai kelompok yang beruntung karena mendapatkan pendidikan khas pesantren yang tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter.
Hal tersebut disampaikan Menag saat melakukan kunjungan ke Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Kunjungan diawali dengan ziarah ke makam para pendiri pesantren, yakni KHR. Syamsul Arifin dan Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, sebagai bentuk penghormatan atas jasa para ulama dalam membangun tradisi keilmuan Islam di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Menag menekankan bahwa nilai utama pendidikan pesantren tidak hanya terletak pada ijazah, tetapi pada ekosistem disiplin yang kuat. Ia menilai kehidupan santri yang penuh dengan aktivitas belajar menjadi keunggulan tersendiri.
“Di pesantren, tradisi ilmunya sangat kuat. Selesai belajar, belajar lagi. Selesai makan, belajar lagi. Bahkan malam hari pun digunakan untuk menuntut ilmu,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Menurutnya, pola pendidikan tersebut mampu membentuk mental yang tangguh serta melahirkan generasi yang berintegritas dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Selain itu, Menag juga menyoroti peran pesantren dalam menjaga moralitas. Ia mengingatkan pentingnya hubungan antara ilmu dan akhlak, sebagaimana pesan yang pernah disampaikan oleh Imam Syafi’i yang dinasihati gurunya, Imam Waki’, bahwa ilmu merupakan cahaya yang tidak akan masuk ke hati yang dipenuhi maksiat.
“Pesantren mengajarkan bahwa hubungan murid dan guru bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga soal keteladanan, adab, dan keberkahan,” tambahnya.
Menag meyakini pesantren yang dikelola dengan penuh keikhlasan akan terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan berbangsa, terutama dalam menjaga harmoni dan kedamaian.
Ia juga menilai para santri sebagai aset penting bangsa karena mendapatkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan pembinaan spiritual.
Kunjungan tersebut ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan melalui peran pesantren dan para santrinya.
Editor: Redaktur TVRINews
