
Indonesia Peroleh Izin Khusus Bangun Kampung Haji di Tanah Suci
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Jakarta
Pemerintah Indonesia berencana membangun Kampung Haji di Arab Saudi setelah memperoleh kesempatan untuk membeli properti di Kota Mekah dan Madinah. Kesempatan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang diizinkan memiliki properti di dua kota suci umat Islam.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, rencana pembangunan Kampung Haji disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat bertemu dengan para tokoh agama Islam di Istana Negara, Selasa, 3 Januari 2026 kemarin.
“Bapak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan kesempatan yang belum pernah diberikan kepada negara lain, yaitu membeli properti di Mekah dan Madinah,” ujar Nasaruddin kutip Rabu, 4 Januari 2026
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada negara lain yang memperoleh izin serupa dari pemerintah Arab Saudi. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang besar terhadap Indonesia.
“Kita ini negara pertama. Tidak ada satu pun negara lain yang mendapatkan kesempatan seperti Indonesia,” katanya.
Nasaruddin menjelaskan, hubungan baik antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi salah satu faktor utama terbukanya peluang tersebut.
Kedekatan Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, dinilai turut memperkuat kerja sama bilateral kedua negara.
“Alhamdulillah, karena hubungan Presiden dengan pihak Arab Saudi sangat baik, kita diberikan kesempatan dan sudah mendapatkan lahan yang cukup luas,” ucap Nasaruddin.
Untuk tahap awal, Kampung Haji Indonesia di Mekah direncanakan dibangun di atas lahan seluas sekitar 60 hektare. Lokasinya berada dalam jarak satu hingga tiga kilometer dari Masjidil Haram.
Selain dekat dengan pusat ibadah, kawasan tersebut juga dirancang memiliki akses langsung menuju Masjidil Haram melalui pembangunan terowongan khusus. Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas jemaah, terutama saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
“Ke depan, Kampung Haji ini akan menjadi pusat layanan jemaah haji Indonesia agar lebih tertata dan nyaman,” tutup Nasaruddin.
Editor: Redaksi TVRINews
