
Proses Pembuatan Apem Putih Bohay, Makanan Khas Pandeglang yang Diburu Saat Ramadan
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Banten
Apem Putih Bohay, salah satu olahan makanan khas Kabupaten Pandeglang, Banten, banyak dicari warga sebagai menu berbuka puasa selama bulan Ramadan.
Dengan tekstur yang lembut dan kenyal, warna putih, serta rasa gurih, kue ini sangat cocok untuk menemani waktu berbuka puasa.
Proses pembuatan Apem Putih Bohay dimulai dengan campuran tepung beras dan tape singkong yang didiamkan selama satu malam. Adonan ini kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan dikukus di atas tungku api selama sekitar 10 menit.
Setelah matang, adonan pun diangkat, ditiriskan, dan dikeluarkan dari cetakannya. Kue kukus berwarna putih ini memiliki aroma tape yang khas dan rasa gurih yang nikmat.
Biasanya, Apem Putih Bohay disajikan bersama gula merah cair, memberikan rasa manis yang menyempurnakan kenikmatan kue ini.
Apem Putih Bohay merupakan salah satu kuliner yang sangat dicari masyarakat Pandeglang dan sekitarnya, terutama saat bulan suci Ramadan.
Kue ini dijual dengan harga 12 ribu rupiah per bungkus yang berisi 10 buah Apem Putih Bohay, sementara gula merah cair dijual terpisah seharga 3 ribu rupiah per bungkus.
Elis Lisnawati, salah seorang pembeli, mengungkapkan bahwa dirinya sering membeli Apem Putih Bohay, baik di hari-hari biasa maupun saat Ramadan, untuk berbuka puasa.
Menurutnya, meskipun banyak yang menjual apem serupa, Apem Putih Bohay memiliki rasa dan tekstur yang berbeda dan lebih enak dibandingkan yang lain.
Mahfud, pemilik rumah produksi Apem Putih Bohay, menjelaskan bahwa proses pembuatan apem ini membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama pada tahap fermentasi yang memakan waktu hingga 9 jam.
Di bulan Ramadan, permintaan Apem Putih Bohay meningkat pesat, dengan Mahfud mengungkapkan bahwa ia mampu menjual antara 4.000 hingga 5.000 buah apem per hari, sebuah peningkatan yang signifikan, yakni hingga 400 persen dibandingkan hari biasa.
Dengan permintaan yang terus meningkat, Apem Putih Bohay menjadi salah satu makanan yang tidak bisa dilewatkan selama bulan Ramadan, terutama bagi warga Pandeglang yang mencari santapan khas untuk berbuka puasa.
Editor: Redaktur TVRINews
