
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Boyolali
Puluhan tahun warga Dukuh Bolo Tangkil harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Serang demi bersekolah, bekerja, dan berobat. Kini, jembatan gantung tengah dibangun untuk mengakhiri keterisolasian tersebut.
Pemerintah melalui program Jembatan Garuda terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perdesaan dan terisolasi, salah satunya melalui pembangunan Jembatan Gantung Bolo Wetan di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.
Jembatan ini dibangun untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat Dukuh Bolo Tangkil yang selama puluhan tahun menghadapi keterbatasan akses akibat terpisah oleh Sungai Serang yang berarus deras.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bolo dari Koramil 17 Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Budi Purnomo, menjelaskan bahwa selama ini warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani, pekerja, hingga pelajar harus menempuh jalur memutar sejauh 8,5 kilometer untuk mengakses pusat desa yang berada di seberang sungai.
Bahkan, demi mempersingkat waktu tempuh, tidak jarang warga mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi Sungai Serang secara langsung. Pada musim hujan, sungai dengan lebar lebih dari 85 meter tersebut sering mengalami banjir, sehingga aktivitas warga, termasuk kegiatan belajar anak-anak, harus terhenti.
Pembangunan jembatan gantung sepanjang kurang lebih 100 meter ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk membuka akses antarwilayah. Nantinya, jembatan tersebut akan menjadi penghubung utama menuju pusat desa, sehingga mempermudah mobilitas masyarakat dalam bersekolah, bekerja, maupun mengakses layanan kesehatan.
"Masyarakat bersyukur karena aktivitas anak sekolah dan petani itu bisa lancar, tidak perlu memutar jauh," kata Budi, dikutip Sabtu, 4 April 2026.
Budi juga menyampaikan apresiasi masyarakat atas terealisasinya pembangunan jembatan tersebut melalui program strategis Jembatan Garuda di bawah arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya mewakili warga Desa Bolo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan oleh warga dan semoga Bapak Presiden selalu diberi kesehatan,” ucapnya.

Kepala Dusun Pulo Wetan, Desa Bolo, Jawadi, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan jembatan ini sebenarnya sudah ada sejak 1992, namun tidak pernah terealisasi karena biaya pembangunan jembatan yang sangat besar dan tidak adanya akses untuk meminta bantuan pemerintah.
Masyarakat telah lama mengeluhkan sulitnya akses, terutama bagi anak-anak sekolah dasar yang harus melintasi sungai, bahkan kerap harus dibantu oleh orang tua mereka.
"Selain itu, banyak petani yang lahannya itu berada di seberang sungai. Jadi dengan jembatan ini, proses angkut hasil panen bisa jadi lebih mudah," ujar Jawadi.
"Saya sebagai wakil dari masyarakat, berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo atas jembatan di Desa Bolo ini. Semoga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak," tutup Jawadi.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan dan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Keberadaan jembatan gantung di Desa Bolo diharapkan semakin meningkatkan mobilitas masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga di kawasan tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
