
Pemprov Sumbar Minta Penyaluran Bantuan Lewat Posko Demi Hindari Penumpukan
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Bantuan untuk warga terdampak bencana di Sumatra Barat terus berdatangan. Pemerintah provinsi mengingatkan agar seluruh pihak yang ingin menyalurkan dukungan logistik terlebih dahulu berkoordinasi dengan pos komando di masing-masing wilayah.
Sekda Provinsi Sumbar Arry Yuswandi menjelaskan bahwa koordinasi diperlukan agar distribusi tidak tumpang tindih dan menjangkau semua titik terdampak.
Ia mencontohkan situasi di Malalak yang mendapat banyak pasokan, sementara wilayah sekitar masih kekurangan.
“Melalui konferensi pers ini, harapannya siapa pun yang akan menyalurkan bantuan tolong berkoordinasi dengan posko setempat,” kata Arry yang dikutip tvrinews.com dalam keterangan pers yang ditayangkan secara daring, Selasa, 2 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tak melarang pihak mana pun memberikan bantuan secara langsung.
Namun seluruh bantuan tetap harus dicatat agar pendistribusiannya terarah dan transparan. Hal yang sama berlaku untuk pengiriman ke 13 kabupaten dan kota terdampak.
Arry menyarankan lembaga atau masyarakat yang ingin membantu untuk lebih dulu menanyakan kebutuhan di satu wilayah.
Setiap daerah telah memetakan kebutuhan darurat. Di Pesisir Selatan, misalnya, perlengkapan yang paling dibutuhkan meliputi gergaji mesin, paket sembako, family kit, dan terpal.
Dalam rapat koordinasi antara pos pendamping nasional, posko terpadu, dan posko kabupaten/kota,
Sekretaris Utama BNPB Rustian kembali menegaskan arahan Presiden agar penanganan darurat dilakukan tanpa hambatan. Ia mengingatkan bahwa seluruh kekuatan nasional sudah digerakkan untuk membantu Sumbar.
BNPB bersama TNI AU dan Basarnas terus membuka akses yang tertutup material longsor agar bantuan dapat masuk ke wilayah terisolasi.
Pada Selasa pagi sekitar pukul 09.30, helikopter BNPB mengirim 250 kilogram bantuan berisi beras, minyak goreng, gula, dan makanan bayi ke Talamau, Pasaman Barat.
Pengiriman lewat udara masih menjadi andalan di sejumlah titik yang sulit ditembus, termasuk di Agam, Solok, dan Pasaman Barat. Di saat yang sama, jalur darat juga terus dimobilisasi seiring pembukaan akses di beberapa ruas.
Editor: Redaktur TVRINews
