Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Toraja
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara, Matius Sampelalong mengungkapkan bahwa tren kunjungan wisatawan ke wilayahnya terus mengalami peningkatan signifikan sejak pandemi COVID-19 mereda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan ini mulai terasa sejak tahun 2023 dan berlanjut hingga 2024.
"Dari tahun 2022 sampai dengan 2024, perkembangan pariwisata sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi. Di tahun 2022, Toraja masih lockdown hingga September. Tidak ada aktivitas wisata, hotel maupun destinasi tutup total," jelas Matius.
Namun, pada tahun 2023, sektor pariwisata mulai kembali normal. Wisatawan domestik maupun mancanegara mulai berdatangan, terutama ke destinasi unggulan seperti Kete Kesu dan Londa. Kedua lokasi ini terkenal karena kekayaan budaya Toraja, termasuk situs pemakaman kuno dan rumah adat Tongkonan.
"Yang paling sering dikunjungi wisatawan mancanegara itu Kete Kesu. Karena ada kuburan, ada tongkonan, dan manajemennya juga sudah bagus. Londa juga ramai karena memiliki situs pemakaman leluhur," ujarnya.
Matius menambahkan bahwa bulan Juli menjadi puncak kunjungan wisatawan, terutama dari luar negeri. Hal ini karena bertepatan dengan musim liburan sekolah serta maraknya pelaksanaan upacara adat Rambu Solo, yaitu upacara pemakaman khas Toraja yang menjadi daya tarik wisata budaya.
"Di bulan Juli ini, itu high season. Banyak Rambu Solo digelar. Selain liburan, bulan ini juga dianggap bulan orang tua atau bulan yang baik oleh masyarakat adat, khususnya yang berasal dari kasta tinggi. Makanya banyak acara adat dilakukan di bulan Juli atau setelahnya," terangnya.
Dengan semakin pulihnya sektor pariwisata, pemerintah daerah terus mendorong pengelolaan destinasi secara profesional serta promosi budaya untuk menarik lebih banyak wisatawan.
Editor: Redaktur TVRINews
