
Foto: Kementerian PU
Penulis: Fityan
TVRINews, Bener Meriah, Aceh
Kementerian PU targetkan relokasi 202 keluarga terdampak banjir selesai awal Maret 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah memacu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) modular bagi penyintas banjir bandang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Proyek ini diproyeksikan siap dihuni sepenuhnya pada pekan pertama bulan Ramadan 2026.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan Jumat 6 Februari 2026, Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa progres pembangunan masih berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Fasilitas ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga yang kehilangan hunian akibat bencana.
"Progresnya masih sesuai jadwal. Insyaallah minggu pertama Ramadan ini bisa selesai total untuk 202 kepala keluarga (KK)," ujar Menteri PU dalam keterangan resminya yang diterima Sabtu 7 Februari 2026.
Konstruksi Modern dan Ramah Difabel
Pembangunan yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektare ini mengadopsi teknologi baja prefabrikasi.
Metode ini dipilih untuk menjamin kecepatan pembangunan tanpa mengesampingkan struktur bangunan yang kokoh.
Secara teknis, kawasan ini mencakup 19 blok hunian dengan total luas bangunan mencapai 4.855 meter persegi.
Pemerintah tidak hanya fokus pada bangunan utama, tetapi juga menyediakan infrastruktur pendukung yang komprehensif, meliputi:
- Sanitasi : 114 unit fasilitas mandi dan toilet, termasuk akses khusus bagi penyandang disabilitas.
- Sumber Air : Pembangunan sumur bor sedalam 52 meter oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh.
- Energi & Limbah : Integrasi jaringan listrik PLN dan sistem pengolahan limbah domestik menggunakan biotank.
Integrasi Sosial dan Relokasi
Kawasan huntara ini didesain sebagai area terintegrasi yang mencakup ruang multifungsi, musala, dan area parkir guna mendukung aktivitas sosial penghuni.
Pendekatan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi psikososial warga terdampak di lingkungan yang baru.
Menteri PU menambahkan bahwa koordinasi dengan calon penghuni telah dilakukan untuk memastikan proses transisi berjalan lancar.
"Calon penghuninya sudah siap. Harapannya di awal-awal Ramadan masyarakat terdampak sudah bisa langsung menghuni.
Kami akan kejar agar selesai tepat waktu," pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam percepatan pemulihan pascabencana di Aceh, dengan memastikan standar kelayakan hidup tetap terjaga selama masa transisi menuju hunian tetap.
Editor: Redaktur TVRINews
