
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memastikan seluruh perjalanan kereta api telah kembali beroperasi normal setelah gempa bumi mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa, 27 Januari 2026 pagi. Dimana, gempa dengan magnitudo 5,5 telah terjadi sekitar pukul 08.20 WIB.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mencatat jika pusat gempa berada di darat pada kedalaman 105 kilometer, sekitar 23 hingga 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur.
Menindaklanjuti kejadian itu, KAI langsung melakukan langkah pengamanan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api melalui penerapan prosedur Berhenti Luar Biasa (BLB).
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan jika pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, dan prasarana lainnya dilakukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman sebelum perjalanan dilanjutkan.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap situasi, termasuk saat terjadi bencana alam.
“Begitu gempa dirasakan, KAI segera melakukan penghentian sementara perjalanan dan berkoordinasi dengan seluruh unit terkait. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum perjalanan kembali diizinkan,” ujar Anne.
Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah operasi, termasuk Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Di wilayah ini, petugas Unit Jalan dan Jembatan langsung diterjunkan untuk memeriksa lintas yang terdampak. Hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan kerusakan ataupun perubahan struktur jalur.
Setelah dinyatakan aman, pada pukul 08.48 WIB seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta kembali dioperasikan secara normal. Prosedur serupa juga diterapkan di wilayah Daop 7 Madiun serta Daop 8 Surabaya, termasuk lintas Malang.
Berdasarkan laporan Daop 8 Surabaya, pada pukul 09.01 WIB seluruh lintas yang sempat dilakukan pengamanan telah dinyatakan aman dan perjalanan kembali berjalan normal.
KAI memastikan tidak ada pembatalan perjalanan akibat gempa tersebut. Adapun keterlambatan yang terjadi bersifat sementara dan disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan keselamatan.
“Kami memastikan seluruh pelanggan berada dalam kondisi aman dan selamat. KAI akan terus mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjaga kelancaran perjalanan kereta api,” tutup Anne.
Editor: Redaktur TVRINews
