
Foto: TVRINews/HO-Kemenbud/Embassy of the Kingdom of Saudi Arabia to the Republic of Indonesia
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Jamuan kenegaraan jadi momentum Fadli Zon dan Pangeran Bader bahas kolaborasi strategis sektor ekraf
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri jamuan kenegaraan dalam rangka menyambut kunjungan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, Yang Mulia Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta ini menjadi momentum krusial dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui sektor kebudayaan.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, kedua menteri membahas berbagai agenda prioritas untuk mendorong kemitraan strategis. Fokus utama kerja sama mencakup pelestarian Warisan Budaya Takbenda (WBTb) di tingkat UNESCO, penguatan kolaborasi antar museum, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Sejumlah subsektor ekonomi kreatif yang menjadi sorotan meliputi industri film, sastra, musik, fesyen, serta program residensi bagi para pelaku budaya.
Fadli Zon menegaskan komitmennya untuk memperluas cakrawala kolaborasi dan membuka ruang bagi berbagai gagasan inovatif yang dapat dikembangkan secara komprehensif.
"Kementerian Kebudayaan berharap hubungan Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya semakin erat di tingkat pemerintahan, tetapi juga mampu mendorong interaksi yang lebih luas antarmasyarakat melalui kebudayaan sebagai fondasi persahabatan yang berkelanjutan," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima, Rabu, 15 April 2026.
Diplomasi Budaya sebagai Soft Power
Sebelum menghadiri jamuan kenegaraan, Pangeran Bader bin Abdullah bin Farhan AlSaud telah melakukan pertemuan bilateral di Kantor Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, rombongan juga menyempatkan diri melakukan kunjungan ke Museum Nasional Indonesia dan Galeri Nasional Indonesia untuk melihat kekayaan sejarah tanah air.
Diplomasi budaya ini dipandang sebagai instrumen strategis. Kebudayaan tidak lagi sekadar warisan masa lalu, melainkan soft power yang mampu membangun saling pengertian, memperkuat identitas, serta membuka dialog lintas budaya di tengah dinamika global.
Penyusunan MoU 2027
Sebagai langkah konkret, kedua negara sepakat untuk menyusun program kerja bersama yang berkelanjutan. Salah satu agenda besarnya adalah rencana pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) di bidang kebudayaan pada tahun 2027 mendatang. Dokumen ini nantinya akan menjadi landasan formal bagi implementasi berbagai inisiatif kolaboratif di masa depan.
Jamuan kenegaraan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, serta sejumlah duta besar negara-negara Arab yang bertugas di Indonesia.
Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata antara kedua menteri sebagai simbol penghormatan dan persahabatan. Pertukaran ini sekaligus merepresentasikan kekayaan identitas budaya masing-masing negara yang kini menjadi jembatan kuat dalam diplomasi antarbangsa.
Editor: Redaktur TVRINews
