
Menkes Sebut Program Cek Kesehatan Gratis 2026 Akan Dilengkapi Layanan Penanganan Medis
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pelayanan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) akan diperluas pada tahun 2026. Perluasan ini mencakup penambahan layanan penanganan gratis sebagai langkah tindak lanjut dari hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat.
Budi menjelaskan bahwa tujuan utama program CKG bukan sekadar melakukan skrining massal, melainkan untuk memastikan masyarakat menjadi lebih sehat melalui upaya pencegahan dan penanganan dini. Hal ini dilakukan sebelum risiko kesehatan berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
“Tahun kedua ini, kita mau ada pencegahan dan penanganan. Yang saya ingin sampaikan, bukan hanya cek kesehatannya saja yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis,” ujar Budi pada Jumat, 23 Januari 2026.
Mengenai mekanisme teknis, masyarakat dapat mengunjungi puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis tanpa biaya. Setelah pemeriksaan, peserta akan menerima rapor kesehatan yang dikategorikan dalam tiga warna, yaitu merah untuk kondisi tidak sehat, kuning untuk kurang sehat, dan hijau untuk kondisi sehat.
Layanan penanganan medis selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil kategori rapor yang diterima oleh masing-masing individu.
“Ini pilot project-nya sudah jalan. Agar apa? Agar mereka kembali menjadi sehat. Agar mereka yang kurang sehat, atau rapornya kuning, dan yang tidak sehat—rapornya merah—kembali menjadi sehat,” imbuh Budi.
Namun, Menteri Kesehatan memberikan catatan khusus terkait skema pembiayaan penanganan medis lanjutan tersebut. Penanganan medis akan diberikan secara gratis hanya dalam waktu 15 hari pertama setelah skrining dilakukan.
Setelah masa 15 hari tersebut berakhir, layanan kesehatan tetap dapat dinikmati secara gratis asalkan masyarakat memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif. Sebaliknya, bagi masyarakat yang tidak memiliki keanggotaan BPJS, maka diwajibkan membayar biaya penanganan medis setelah melewati batas waktu 15 hari pertama.
“Itulah sebabnya saran saya, ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat,” ujar Budi.
Program CKG sendiri merupakan inisiatif pemerintah yang telah dimulai sejak tahun lalu untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini pada seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia. Pada tahun 2026 ini, Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 136 juta orang dapat berpartisipasi dalam program tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
