
Foto: JCH kloter 97 Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda (TVRINews/HO-PPIH Embarkasi Surabaya)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan kloter 97 jemaah calon haji (JCH) terakhir pada Jumat, 30 Mei 2025 malam, sekitar pukul 21.45 WIB, dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda.
Pelaksana Harian Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo, menjelaskan bahwa keberangkatan ke Arab Saudi dilakukan pada Sabtu, 31 Mei 2025 dini hari, sekitar pukul 02.10 WIB dengan menggunakan maskapai Saudia Airlines menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
"Kloter pamungkas ini berjumlah 332 orang, berasal dari 16 kabupaten/kota di Jawa Timur. Beberapa calon haji dari wilayah tersebut telah diberangkatkan lebih awal melalui kloter 68 dan 73," ujar Sugiyo dalam keterangan yang diterima tvrinews.com di Jakarta pada Sabtu, 31 Mei 2025
Adapun jemaah kloter 97 merupakan kloter gabungan dari delapan syarikah atau penyelenggara ibadah haji yang berasal dari Kabupaten Blitar, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri, Lamongan, Malang, Magetan, Mojokerto, Pacitan, Pamekasan, Sidoarjo, Tulungagung, serta Kota Malang dan Surabaya.
"Karena ini kloter terakhir, jamaah dari delapan syarikah juga diberangkatkan bersama dalam kloter ini," tambahnya.
Sugiyo mengingatkan para jamaah pentingnya menjaga ketakwaan sebagai bekal utama selama menjalankan ibadah haji.
Ia menekankan bahwa ketakwaan mencakup keikhlasan, kesabaran, menjaga kesehatan, serta menjaga lisan. Selain itu, para jamaah yang telah mengenakan pakaian ihram juga diimbau untuk menjaga kesucian selama perjalanan ke Tanah Suci.
PPIH mencatat, hingga Jumat, 30 Mei 2025 pagi, sebanyak 14 jamaah calon haji Embarkasi Surabaya wafat, dengan rincian empat orang meninggal di RS Haji Surabaya, dua orang di pesawat, dan delapan orang di Arab Saudi.
Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 36.815 jamaah dari total kuota sebanyak 36.845 orang. Sisanya, sebanyak 30 orang belum diberangkatkan karena alasan kesehatan dan kendala lainnya.
Baca Juga:
| Kenali Varian Baru COVID-19 NB.1.8.1 yang Sedang Dipantau WHO |
Editor: Redaksi TVRINews
