Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sumatera Barat
Penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan positif.
Pembuatan sumur bor dipercepat agar warga dapat kembali mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pembangunan sumur bor telah rampung di 16 titik dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di kawasan terdampak bencana dan lokasi hunian sementara.
Keberadaan sumber air bersih ini dinilai krusial untuk menjaga kesehatan lingkungan, menunjang aktivitas harian warga, serta mempercepat stabilisasi permukiman pascabencana.
Sumur bor tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat, meliputi Kabupaten Agam, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, serta Kota Padang.
Lokasi pembangunan mencakup Nagari Pasie Laweh dan Nagari Pagadih di Kabupaten Agam, Nagari Paninggahan di Kabupaten Solok, serta Nagari Guguk Malalo di Kabupaten Tanah Datar.
Di Kota Padang, sumur bor dibangun di sejumlah titik permukiman dan fasilitas sosial yang berada di Kecamatan Kuranji, Nanggalo, dan Pauh.
Pembangunan juga menjangkau kawasan jorong, perumahan warga, hingga hunian sementara, sehingga manfaat air bersih dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Dalam proses pengerjaan, personel TNI dari berbagai satuan terlibat langsung di lapangan dengan pola kerja terpadu.
Selain menangani aspek teknis pengeboran dan instalasi, mereka juga menyiapkan lokasi, mengangkut peralatan, serta mengamankan area kerja.
Partisipasi masyarakat setempat turut mempercepat pembangunan. Warga bergotong royong bersama aparat untuk memastikan fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain 16 titik yang telah beroperasi, saat ini masih terdapat tiga unit sumur bor yang dalam tahap pembangunan.
Lokasinya berada di kawasan Hunian Sementara (Hunsela) Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukik, beberapa titik di Kelurahan Kapalo Koto, Kota Padang, serta Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam.
Editor: Redaktur TVRINews
