
dok. TVRI
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Sumatera Utara
Masjid Azizi merupakan salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Langkat, Sumatera Utara, masih berdiri megah setelah lebih dari 121 tahun sejak didirikan. Masjid yang terletak di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat ini menjadi pusat ibadah dan saksi penyebaran Islam di tanah Melayu.
Masjid berarsitektur khas Melayu ini memiliki dominasi warna kuning yang melambangkan budaya Melayu, dipadukan dengan warna hijau sebagai simbol Islam. Keindahannya semakin lengkap dengan ornamen yang mengadopsi gaya arsitektur Hindia, Persia, Arab, dan Turki.
Ukiran khas terlihat pada jendela, kubah, serta menara yang menjulang tinggi. Di bagian dalam, lampu hias yang megah menerangi ruangan, sementara dindingnya dihiasi potongan ayat suci Al-Qur'an. Salah satu daya tarik lainnya adalah mimbar kayu berusia ratusan tahun yang didatangkan langsung dari Turki.
Masjid ini dibangun pada tahun 1898 oleh Sultan Langkat saat itu, Sultan Musa, kemudian dilanjutkan oleh Sultan Aziz dan Sultan Mahmud hingga akhirnya diresmikan dan digunakan masyarakat pada tahun 1902. Hingga kini, Masjid Azizi tetap menjadi kebanggaan warga Langkat dari generasi ke generasi.
Setiap bulan suci Ramadan, masjid ini semakin ramai dikunjungi oleh jamaah, baik dari Kabupaten Langkat maupun dari luar daerah. Banyak umat Muslim yang datang untuk beribadah, beriktikaf, serta merasakan nuansa sejarah dan spiritual yang kental di masjid bersejarah ini.
Berdasarkan keterangan dari salah seorang tokoh masyarakat Tanjung Pura, Awaludin, menyebut bahwa Masjid Azizi bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol kejayaan Islam di tanah Melayu.
“Masjid ini menjadi saksi sejarah perjalanan Islam di Langkat. Setiap Ramadan, banyak jamaah dari berbagai daerah datang untuk beribadah dan merasakan atmosfer religius yang khas,” kata Awaludin, dikutip pada Senin, 3 Maret 2025.
Editor: Redaktur TVRINews
