
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) terus mendorong transformasi industri fesyen yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini ditegaskan dalam program Dressponsible Vol.2.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya ekosistem fesyen berkelanjutan.
"Ekraf terus mendorong penguatan narasi ini melalui berbagai ruang kolaborasi dan penguatan literasi publik," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 19 April 2026.
Dressponsible Vol.2 merupakan program kampanye edukatif berbasis proyek akhir mahasiswa London School of Public Relations (LSPR).
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak fast fashion sekaligus mengajak beralih ke pola konsumsi fesyen yang lebih bijak dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, media, content creator, pelaku industri kreatif, hingga akademisi. Kampanye ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan mengusung pesan "Dress Smart, Stay Responsible".
Plt. Direktur Fesyen Kementerian Ekraf, Romi Astuti, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu fesyen berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat kampanye melalui media sosial maupun karya akademik.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga menilai subsektor fesyen sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Dukungan terhadap kegiatan seperti Dressponsible dinilai penting untuk mendorong inovasi dan pengembangan talenta muda.
Kepala Museum Bank Indonesia, Rio Wardhanu, menegaskan bahwa museum sebagai ruang publik siap menjadi wadah kolaborasi dan edukasi berbagai isu, termasuk fesyen berkelanjutan.
"Selama kegiatan ini bersifat edukatif dan inklusif, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dan mendukung," kata Rio Wardhanu.
Selain diskusi dan konferensi pers, acara ini juga menghadirkan peluncuran kampanye iklan layanan masyarakat bertajuk "Dibalik Tren" serta trunk show dari sejumlah jenama lokal yang menampilkan interpretasi fesyen berkelanjutan.
Sekretaris Program Studi Komunikasi LSPR, Melvin Bonardo Simanjuntak, menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang sebagai media edukasi yang aplikatif agar dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi produk fesyen.
Melalui Dressponsible Vol.2, Ekraf menegaskan bahwa masa depan ekonomi kreatif tidak hanya bertumpu pada kreativitas, tetapi juga pada prinsip keberlanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif dan inovatif, subsektor fesyen diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
