
Tangkapan layar YouTube IPSI, Sabtu.
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menekankan bahwa pencak silat pada tahun 2019 telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak beda dunia.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri puncak peringatan HUT Ke-77 PB IPSI di Jakarta, Sabtu 31 Mei 2025. Pada kesempatan tersebut, Menlu Sugiono hadir dan memberikan sambutan mewakili Presiden RI Prabowo Subianto selaku Ketua Umum PB IPSI yang berhalangan hadir.
"Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa bagi bangsa dan negara yang kita cintai," kata Sugiono.
Lebih jauh, Ia mengatakan bahwa puncak peringatan HUT Ke-77 PB IPSI, sebanyak kurang lebih 7.000 pendekar dari berbagai perguruan mengikuti Apel Nasional Pendekar Pencak Silat Indonesia Menuju Olimpiade.
Ia mengatakan bahwa target PB IPSI berikutnya ialah membawa pencak silat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.
"Kami berharap pada tahun 2028 yang akan datang di Los Angeles, Amerika Serikat, pencak silat bisa hadir sebagai ekshibisi, dan pada tahun 2032 di Brisbane, Australia, pencak silat bisa dipertandingkan sebagai cabang olahraga Olimpiade," tegasnya.
Oleh karena itu, Sugiono berharap pencak silat ke depannya makin membumi, dan juga makin dapat diterima oleh khalayak dunia.
Pada kesempatan tersebut, Ia turut meneruskan permintaan maaf Presiden Prabowo yang tidak dapat menghadiri puncak peringatan HUT Ke-77 PP IPSI.
"Perkenankan juga saya menyampaikan permintaan maaf dari Ketua Umum PB IPSI, yang juga merupakan Presiden Republik Indonesia yang pada kesempatan sore hari ini tidak bisa hadir bersama kita, dikarenakan ada tugas lain yang harus beliau hadiri," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
