
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i, menegaskan pentingnya transformasi peran masjid dan optimalisasi instrumen ekonomi Islam dalam pembangunan nasional.
Ia menilai, masjid sebagai garda terdepan umat harus mampu mengubah aset wakaf tak bergerak, seperti tanah makam atau bangunan masjid, menjadi aset produktif yang menggerakkan ekonomi.
"Belum ada transformasi arah dan kolaborasi yang masif dengan program nasional. Padahal, zakat dan wakaf bisa bersinergi dengan program strategis seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Inilah yang saya kira bisa mulai dimotori dari masjid-masjid," kata Romo Syafi'i dikutip dari siaran persnya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Mulanya, Romo Syafi'i menyoroti tantangan besar dalam pengelolaan dana sosial keagamaan di Indonesia. Mengacu pada data Badan Wakaf Indonesia (BWI), potensi wakaf nasional mencapai Rp180 triliun per tahun, namun realisasinya baru menyentuh angka 2-3 persen. Serupa dengan zakat, dari potensi Rp300 triliun, baru sekitar 10 persen yang terhimpun.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan pendekatan dan penguatan sinergi antara pengelola zakat dan wakaf dengan program-program pembangunan nasional. Masjid dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi motor penggerak perubahan tersebut.
Romo Syafi'i juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara konsisten menjalankan amanat konstitusi Pasal 34 UUD 1945, di mana negara bertanggung jawab langsung atas kesejahteraan masyarakat, dan instrumen ZISWAF adalah mitra strategis negara dalam mewujudkan hal tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
