
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memastikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) di sekolah berjalan optimal. Melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen (Pusdatin), kementerian meluncurkan Webinar Rilis Pelatihan Mandiri bertajuk “Pemanfaatan Papan Interaktif Digital dalam Pembelajaran”.
Webinar yang disiarkan melalui kanal YouTube KEMDIKDASMEN ini diikuti guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan transformasi digital pendidikan, sekaligus mendorong pemanfaatan PID sebagai alat pedagogi, bukan sekadar perangkat teknologi.
Melalui fitur Pelatihan Mandiri di Ruang GTK Rumah Pendidikan, guru dapat mengakses materi secara fleksibel menggunakan akun belajar.id. Materi yang disediakan mencakup pengenalan fitur PID, strategi pembelajaran interaktif, hingga praktik implementasi di kelas.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menekankan bahwa teknologi harus relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Papan Interaktif Digital harus menjadi jembatan transformasi pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja,”ujar Tatang dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Februari lalu 2026.

Sementara itu, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menyebut transformasi digital sangat bergantung pada kesiapan guru.
“Teknologi akan berdampak ketika dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid,”ungkap Nunuk.
Pelatihan ini tidak memberikan sertifikat formal. Peserta yang menuntaskan seluruh modul akan memperoleh Surat Keterangan sebagai bukti partisipasi. Fokus utama program ini adalah penguatan kompetensi guru dan perubahan praktik mengajar agar berdampak langsung pada kualitas pembelajaran.
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan bahwa kunci keberhasilan ada pada implementasi di kelas.
“Perangkat dan pelatihan sudah tersedia, kini bagaimana guru memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,”kata Gogot.
Hal senada disampaikan Direktur Guru Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto, yang menekankan pentingnya praktik dan refleksi berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi benar-benar meningkatkan mutu belajar.
Di jenjang vokasi, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Arie Wibowo Khurniawan, menyebut PID dapat mendukung simulasi industri dan presentasi proyek berbasis dunia kerja sehingga pembelajaran lebih autentik.
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menegaskan digitalisasi pendidikan harus dibangun sebagai ekosistem menyeluruh.
“Digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menghadirkan perangkat, tetapi membangun ekosistem yang mencakup teknologi, konten, dan kompetensi guru secara berkelanjutan,” ujar Nugraha.
Melalui langkah ini, Kemendikdasmen berupaya memastikan transformasi pembelajaran digital berlangsung inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
