
Foto: dok. Kemenbud
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Situbondo
Bangunan Bersejarah Besuki Didorong Jadi Pusat Budaya dan Ekonomi Kreatif.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Pendopo Pate Alos di Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, usai proses revitalisasi. Peresmian ini menandai babak baru pemanfaatan salah satu bangunan bersejarah penting di kawasan Besuki, sekaligus mempertegas komitmen negara dalam menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa.
Revitalisasi pendopo bersejarah tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pemugaran fisik bangunan, tetapi juga sebagai upaya menghidupkan kembali fungsi sosial, budaya, dan edukatifnya bagi masyarakat.
Budaya Amanat Konstitusi
Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945.

“Budaya bukanlah beban, melainkan treasure yang tidak akan pernah habis. Ketika direvitalisasi dengan baik, bangunan bersejarah seperti Pendopo Pate Alos akan menjadi pusat budaya, pusat edukasi, dan pusat pembelajaran,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima, Senin, 26 Januari 2026.
Warisan Sejarah Kawedanan Besuki
Fadli menjelaskan, Pendopo Pate Alos yang dahulu dikenal sebagai Kawedanan Besuki merupakan bangunan peninggalan kolonial dengan nilai historis tinggi dan menjadi saksi perjalanan Besuki sebagai pusat administrasi penting pada masanya.
“Revitalisasi ini bukan sekadar pemugaran fisik, tetapi penegasan bahwa warisan budaya harus terus hidup, terjaga, dan terawat untuk generasi kini dan mendatang,” tegasnya.
Aset Strategis Bangsa
Menbud juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mempercepat registrasi cagar budaya nasional serta mendorong pengembangan Pendopo Pate Alos sebagai museum sejarah Karesidenan Besuki, yang dahulu mencakup lima kabupaten.
"Wajah baru pendopo merepresentasikan komitmen bersama dalam menempatkan kebudayaan sebagai aset strategis bangsa," kata Fadli.
Ruang Publik Budaya dan Ekonomi Kreatif
Pendopo Pate Alos diharapkan menjadi ruang publik inklusif, pusat aktivitas kebudayaan, destinasi wisata budaya, sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat sekitar.
Revitalisasi ini juga diproyeksikan sebagai fondasi pengembangan ekosistem Besuki Heritage secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, dan sektor swasta.
Dukungan Pemkab Situbondo
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan bahwa kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi dukungan moral yang penting bagi masyarakat Situbondo dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan leluhur.
Pesan Pelestarian Sejarah
Lebih lanjut, Fadli Zon menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga warisan sejarah.
“Mari kita jaga warisan megah ini agar sejarah Besuki terus lestari sebagai simbol keberlanjutan budaya dan harapan bagi generasi mendatang,” pungkasnya.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem budaya berkelanjutan melalui revitalisasi dan aktivasi bangunan bersejarah sebagai ruang publik budaya untuk edukasi dan literasi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
