
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Lukisan bertajuk “Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terjual dalam sebuah lelang dengan nilai fantastis mencapai Rp6,5 miliar. Karya tersebut dimenangkan oleh perwakilan pendiri PT Bayan Resources Tbk, Dato’ Low Tuck Kwong.
Lelang tersebut, digelar saat acara Perayaan Imlek 2026 dengan tema “Harmoni Nusantara, Together in Harmony, Stronger in Solidarity” di The Balltoom Djakarta Theater di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026 hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, SBY mengungkapkan bahwa lukisan itu sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Ia menyebut progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen.
“Saya belum touch up, go to detail, dan sentuhan-sentuhan yang bisa membulatkan termasuk color harmony dalam lukisan ini. Tadi pagi saya mulai, rampung hingga posisi seperti ini sekitar dua jam lebih sedikit. Saya memerlukan waktu probably penyempurnaan sekitar satu sampai satu setengah jam,” ujar SBY.
SBY menjelaskan, pemilihan tema Kuda Api bukan tanpa alasan. Tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa, yang menurutnya melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk meraih pencapaian besar.
“Mengapa saya pilih lukisan ini? Ini tahun Kuda Api. Kemudian, Kuda Api itu kalau saya baca dikaitkan atau digambarkan atau melambangkan sebuah kekuatan, energi, determinasi, spirit atau semangat. Kemudian yang menuju a great achievement,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa proses melukis juga disertai doa untuk bangsa Indonesia. SBY berharap semangat Kuda Api dapat menjadi simbol tekad, kebersamaan, dan kekuatan dalam memajukan negeri.
Menurutnya, momentum ini juga bertepatan dengan perayaan Imlek keluarga besar Partai Demokrat. Ia berharap partai yang didirikannya itu memiliki semangat, determinasi, dan tujuan yang kuat demi kebaikan bangsa.
“Demokrat memiliki jalan perjuangan yang lurus. Sejak dibentuk dan didirikan, sejak saya gagas dulu, dan ini values kita, nilai-nilai kita. Bagaimanapun kita harus insyaallah sukses, tapi sukses dengan cara yang benar. Jujur, demokratis, memenuhi etika, dan jalan perjuangan yang halal,” katanya.
SBY juga menjelaskan filosofi unsur api dalam lukisan tersebut. Api, kata dia, memiliki sifat membakar. Karena itu, dalam karyanya ia menempatkan Kuda Api dalam suasana yang teduh dan damai, yang dilambangkan dengan warna biru.
“Biru di sini melambangkan peace. Bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa itu biru karena juga peace. Damai, teduh,” ucapnya.
Dalam imajinasinya, Kuda Api menjadi simbol kekuatan dan energi untuk mencapai tujuan mulia, namun tetap berada dalam suasana kehidupan yang damai. Ia pun berharap perjuangan Partai Demokrat dan perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dapat berlangsung dalam keteduhan dan kedamaian.
Lukisan tersebut rencananya akan diserahkan kepada panitia perayaan Imlek keluarga besar Partai Demokrat setelah proses penyempurnaan selesai dilakukan.
Editor: Redaksi TVRINews
